Membangun Kembali Pariwisata NTB Yang Tertidur  Catatan Kilas Balik Pariwisata NTB Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I

0
215
banner post atas

Dulu sekitar 20 tahun yang lalu, saat pertama kali penulis menginjakkan kaki di pulau Lombok, wisata NTB tidak ada apa-apanya dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Sejuta keindahan wisata alam yang dimiliki oleh kedua pulau di provinsi NTB yakni Lombok dan Sumbawa saat itu masih tertidur pulas dan belum tersentuh oleh para wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara. Kondisi tersebut terus berjalan dari tahun ketahun hingga akhir kepemimpinan Gubernur NTB bapak Lalu Srinata, saat itu wisata NTB tidak kunjung menampakkan jati dirinya sebagai pulau yang kaya akan pesona keindahan alamnya. Salah satu faktor hal demikian terjadi disebabkan oleh belum maksimalnya pemerintah daerah dalam merancang program-program unggulan wisata didaerahnya.

Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama ketika pucuk kepemimpinan di NTB beralih kepada sosok tokoh muda Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA yang akrab di sapa TGB (Tuan Guru Bajang). Lima tahun pertama kepemimpinan beliau, dengan program unggulan Visit Lombok Sumbawa berhasil menaikkan angka kunjungan wisatawan dari angka 619.370 wisatawan menjadi 1,3 Juta wisatawan nusantara maupun mancanegara. Angka tersebut terus naik hingga 2,8 juta di akhir kepemimpinan beliau di tahun 2018 lalu (sumber: data dinas pariwisata NTB). Dengan capaian tersebut provinsi NTB patut bersyukur selama 10 tahun kepemimpinan TGB dalam bidang pariwisata, hingga membuat NTB menjadi Juara 1 Destinasi Wisata Halal terbaik dunia. Kondisi tersebut membuat kalimat istilah NTB yang sering diplesetkan oleh orang dari Nasib Tergantung Bali, berubah menjadi Nasib Ternyata Baik.

Berangkat dari catatan-catatan keberhasilan pariwisata NTB tersebut, sudah seharusnya menjadi penyemangat kita masyarakat NTB terutama pemerintah daerah untuk semakin giat lagi dalam memperkenalkan objek-objek wisata yang kita miliki. Dua pulau yang dimiliki oleh NTB yakni pulau Lombok dan pulau Sumbawa sesungguhnya menyimpan 1001 kekayaan alam yang dapat dijadikan sebagai objek pariwisata yang memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Mulai dari pesona alam, seni budaya, seni kerajinan hingga kuliner dari tiga suku yakni Sasak, Samawa dan Mbojo membuat NTB sangat betah oleh para pengunjung.

Iklan

NTB memiliki 3 Gili yang sangat fenomenal yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno yang setiap akhir pekan selalu dipadati oleh wisatawan mancanegara. Gili yang dulunya sepi dan gersang itu kini berubah menjadi tempat keramaian dan ajang pertemuan turis mancanegara dan turis lokal. Selain tiga gili yang sudah mendunia tersebut, NTB juga memiliki Gili Nanggu yang berada di kawasan Sekotong Kabupaten Lombok Barat dan masih banyak lagi Gili-gili lain di NTB yang belum sepenuhnya tersentuh banyak oleh para wisatawan.

Selain Gili, NTB juga memiliki gunung yang telah diakui oleh dunia akan pesona alamnya yang indah yakni Gunung Rinjani. Jika kita mengunjungi Gunung Rinjani dari arah timur, maka kita akan bertemu dengan wisata Sembalun yang kaya akan pesona alam. Jika kita mengunjungi Gunung Rinjani dari arah utara, maka kita akan bertemu dengan Air Terjun Sendang Gile dan masih banyak lagi Air Terjun lainnya yang bisa dinikmati disepanjang lereng Gunung Rinjani.

Dari berbagai potensi yang dimiliki oleh alam NTB tersebut, selayaknya menjadi pemacu pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan menemukan terobosan baru sebagai upaya peningkatan angka kunjungan wisata di NTB.
Tahun 2019 lalu yang merupakan tahun pertama kepemimpinan Zul-Rohmi hanya mampu menghadirkan pengunjung sebanyak 3,7 juta wisatawan. Angka tersebut meleset dari target awal 4 juta wisatawan di tahun 2019. Sehingga komitmen pemerintahan Zul-Rohmi yang telah berjanji akan melanjutkan program wisata pemerintahan TGB-Amin sebelumnya perlu ditingkatkan.

Dalam konteks kunjungan wisatawan, NTB sebenarnya memiliki daya tarik yang kuat. Terlebih lagi dengan adanya Kek Mandalika dan Moto GP di Kabupaten Lombok Tengah. Dua objek utama wisata Kabupaten Lombok Tengah tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan mancanegara maupun lokal untuk berkunjung ke NTB. Penulis yakin jika progres pembangunan area balap Moto GP dijalankan dengan baik hingga balapan Moto GP terlaksana di NTB maka angka kunjungan wisatawan ke NTB akan meledak melebihi capaian target yang diinginkan.

Tentu untuk mengembalikan kondisi wisata NTB seperti masa keemasan sebelumnya, membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri, pasti membutuhkan bantuan pihak swasta dan masyarakat untuk bahu membahu bersama-sama mewujudkan wisata NTB yang Gemilang.