Memaksimalkan Ikhtiyar

banner post atas

Sinar5news.com  -yang dicari tidak ditemukan. Ditemukan tapi membutuhkan waktu cukup lama, atau menemukannya tetapi tidak sesuai dengan keinginannya. Disinilah rahasia itu. Maka  memaksimalkan Ikhtiyar dalam; bekerja, mencari ilmu, menemukan jodoh, dan lainnya adalah sebuah keharusan.

Manusia hanyalah diperintah untuk ikhtiyar (assa’yu), bukan hasil, bukan pula untuk mendapatkan sesuai  keinginan, karena hasil hanya di Tangan Allah swt. Keinginan yang sesungguhnya, hanyalah keinginan Allah, _wallahu yaf’alu ma yasya’_. Bagaimana memahami keinginan Allah, sebagaimana meng-imani takdir yang telah terjadi.

Sebagai pelajaran, Sayyidah Hajar Al Mishriyah, Istri Nabi Ibrahim, ketika ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk menemukan air antara bukit Shofa dan bukit Marwa, tetapi ia tidak menemukannya di antara kedua bukit itu, secara logika seharusnya ia mendapatkan di tempat yang ia cari. Tetapi tidak sesuai dengan keinginannya, ia mendapatkan fatamorgana antara dua bukit itu. Bukan air.
Namun, tidak ada usaha yang sia-sia dari memaksimalkan Ikhtiyar (sa’i) mencari air, ia benar-benar mendapatkannya walau jauh dari tempat yang ia cari. Air zam-zam benar-benar memancar dari dekat Ka’bah, di bawah kaki Ismail. .

Iklan

Inilah ajaran yang luar biasa, memaksimalkan ikhtiyar, tapi hasilnya Allah yang menentukan. Menemukannya dekat Ka’bah, bermakna, apa pun yang kemudian di dapat, bagaimana pun hasilnya, maka ia dapat mendekatkan diri padaNya. .

Banyak orang menyangka, ketika ia melakukan sesuatu, ia harus mendapatkan di tempat itu, tetapi mereka lupa, bahwa segalanya hanyalah “usaha” untuk memperolehnya, hasilnya dikembalikan kepada Pemilik yang sebenarnya. .

Maka, tidak boleh kecewa, bila tidak mendapatkannya, atau mendapatkan tetapi tidak sesuai dengan keinginan. Karena keinginan yang sesungguhnya hanyalah “keinginan” Allah. .

Memaksimalkan ikhtiyar, hasilnya di Tangan Allah. Dan tidak ada usaha yang sia-sia, ia akan datang walau wujud berbeda, kadang di luar prasangka kita.

BACA JUGA  Hendrik Yance Udam Ketum DPN GERCIN: Majelis Rakyat Papua Masih Sebatas Simbolis