Meluruskan Sejarah Keormasan Keagamaan Di Indonesia Sebuah Refleksi Sejarah Untuk Negri

banner post atas

Pemurnian sejarah keormasan khususnya ormas keagamaan Yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam ( LPOI ) yang bermarkas di jalan keramat raya VI Jakarta Pusat hari ini selasa, 12/9/19 sangat menarik semua perhatian ormas. Dimana pembahasan pada pertemuan musyawwrah keormasan kali ini mengenai pentingnya menggali, mengangkat, meluruskan sejarah masing – masing keormasan dalam kancah pergulatan menjaga wilayah. Mendidik, berdakwah serta peran keormasan dalam melahirkan dan menjaga NKRI dari segala ancaman yang menggangu stabilitas kehidupan berbangsa bernegara menuju Indonesia merdeka.

Sejarah keormasan yang selama ini ditulis kalangan orientalis yang dijadikan rujukan telah memudarkan pakta sejarah sesungguhnya. Banyak penyimpangan bahkan, terkesan mengaburkan kejadian sesungguhnya. Dalam pergolakan melahirkan Indonesia merdeka. Generasi penerus bangsa harus mengetahui sejarah bangsa yang utuh, sehingga rasa cinta tanah air dan bangsa. Dengan mempedomani, mencontohi, suri tauladan para tokoh agama. Berjuang menggerakkan dan mengisi kemerdekaan dengan tanpa pamrih. Nilai nilai luhur ini, perlu diangkat agar menjadi spirit anak bangsa, tumbuh kesatria sebagaimana para leluhurnya.

Iklan

Bangsa besar adalah bangsa yang mengenang sejarahnya, minimnya sejarah dari keormasan LPOI yang di publikasikan dan diajarkan kepada peserta didik diusia sekolah menjadikan anak bangsa jauh dari rasa cinta tanah air. Dan cendrung liar akibat dari banyak mengadopsi budaya bangsa orang. Yang tidak berdasarkan dan seirama dengan budaya bangsa sendiri.

Oleh karenanya, disepakati LPOI akan menerbitkan ulang upaya meluruskan sejarah keormasan untuk dijadikan referensi bagi negara bangsa dalam revitalisasi sistem pendidikan di tanah air khususnya bidang sejarah. Sehingga materi nilai perjuangan leluhur harus dapat diceritakan ulang dalam bentuk yang beragam. Guna mengenang para pahlawan ormas keagamaan ini, menata kehidupan yang berbudi dan bermartabat menjadikan Indonesia negara Pancasila, bhineka yang dikagumi dunia. Dengan banyaknya negara, wilayah yang bersatu melahirkan NKRI  sebagai wilayah yang terbesar di dunia. Dalam satu kepala negara yaitu Presiden.

BACA JUGA  Polsek Pringgabaya Cek Ketahanan Pangan Masyarakat Pada Masa Covid Dan New Normal Life

Diharapkan ke depan semua warga bangsa dari rakyat sampai pemerintahannya. Bisa mendapatkan informasi yang komprehensif, tentang sejarah keormasan keagamaan melahirkan NKRI. Serta peran pesantren membumikan nilai tradisi membangun SDM yang cerdas secara spritual, emosional bukan hanya cerdas otak kiri otak kanan tapi kosong akal budi. Akibatnya korupsi merajalela.

Dalam hal ini sudah dibentuk tim khusus berjumlah tujuh orang dengan diketuai kh.Anwar Sanusi ketua Ormas persatuan Tarbiyah Indonesia.(smy)