LPOI Hadiri Pengukuhan Hisminu, Ladisnu, P3MI

Sinar5news.com- Jakarta- Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOI) menghadiri acara 
Pidato kebudayaan  Prof.Dr.KH.Said Aqil Siroj, MA. Ketua LPOI Tokoh Ilmuan, budayawan, Kamus berjalan istilah Gusdur. Beliau  berhasil menyelesaikan disertasi dengan ribuan litrasi dengan pridekat Summa cum laude. 27/11/22
 
Siang ini bertempat di aula Istiqlal pukul 13.30 wib dilangsungkan acara, dirangkai dengan pelantikan lajnah/lembaga yang beliau dirikan untuk mengawal Islam Ahlussunah Waljamaah dan melestarikan budaya Nusantara all : 
Himpunan Sekolah Madrasah Indonesia Nusantara (Hisminu) dengan ketua Dr.Faisal Zaini. Lajnah Dakwah Islam Nusantara (Ladisnu) ketua  KH.Agus Salim, MBE. Perkumpulan Penggerak Pemakmuran Masjid Indonesia ( P3MI)  ketua KH. Abdul Manan Gani.
 
Dalam sambutan awal yang sangat inspiratif ketua panitia Dr. Zainun Nasihah Ghufron, MA mengutarakan;
 
” Menyadari pentingnya dakwah dalam Islam dan menyadari jejak dakwah yang ditinggalkan, nilai Islam Nusantara berakhlak maka semua lembaga ini hadir melanjutkan menjaga merawat Islam Nusantara yang berkemajuan untuk mencerahkan semesta raya makmurkan warga dan jamaah”.Imbuhnya.
 
Sementara pidato kebudayaan tunggal ketua LPOI ini menegasakan pentingnya menjaga merawat keindonesiaan dari paham yang merusak budaya yang memecah belah yang tidak sejalan dengan napas Pancasila dan perlunya memihak rakyat.
 
” Bangsa besar berkelimpahan sumber daya alam, negara demokrasi memiliki posisi strategis berdaulat. Indonesia harus mampu menjadi penyangga dunia. Indonesia tidak boleh tergantung oleh siapapun. Indonesia harus mampu menjadi pengendali global. Telah ditetapkan dalam kitab Zabur utk hamba yg Solih. Beliau mengutip ayat  quran “. Terangnya.
 
Lanjutnya, ” Ancaman peran syber dalam  mengarungi tatanan global ; perang  kebudayaan, pangan, energi, obat obatan semua telah terjadi. Dengan SDM yg kuat kerjasama yang bagus antar semua lembaga akan mampu merubah tantangan menjadi peluang. Negara mesti mendorong visi kebangsaan yg kokoh, pertahanan keamanan rakyat semesta, menghentikan kerakusan oligarki, bertaubat nasional yg digerakkan bangsa negara”. Paparnya.
 
Masih dalam urainya, ” Penyelenggara negara harus lebih berani memihak kepentingan rakyat, segala bentuk makanan obat- obatan, jajanan anak harus aman tidak meracuni, retribusi aset untuk rakyat segera dilaksanakan. Monopoli harus dihentikan. Racun budaya asing, virus radikal, liberal harus dibasmi. Negara tidak bolah kalah dengan siapapun. Segala bentuk gejolak torbolinsi cepat dihentikan. Indonesia dengan model nasionalis agama sudah  selesai “. Urainya.
 
Beliau juga mengingatkan, ” Ekologis Civilization, rumah tangga adalah benteng NKRI amankan ediologi budaya identitas nasional agar tdk terbawa ediologi asing. Kontrol penggunaan sosial media,  dorong anak kita untuk lebih religius, toleran dan menguasai tekhnologi. Keanekaragaman dan budaya Indonesia adalah spirit kemajuan pradaban dunia “. Jelasnya.
 
” Pemerintah harus mengekspor budaya dan Pancasila maka Islam Nusantara akan menjadi pelopor perdamaian dunia. Masjid, sekolah harus menjadi lokomotif riset  Sebagai gerakan pilar penyangga dunia wujudkan  legesi dan kibarkan Islam Nusantara “. Demikian orasi beliau sangat memukau.
 
Hadir dalam acara Anggota LPOI, tamu undangan dan seluruh anggota dan pengurus yang terlantik serta rekan tamu dari Jepang yang menjalin kerjasama kemitraan membangun ummat yang lebih damai dan berkemajuan.
 
Acara diakhiri dengan  pelantikan serta baiat para ketua dan pengurus seraya pemotongan tumpeng. Semua rangkaian acara berjalan lancar hidmat penuh berkah. (red)