Ledakan di Lebanon, Ini Kata Duta Besar RI

Suasana Ledakan di Beirut, Lebanon
banner post atas

Sinar5news.com – Ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon(24/8) waktu setempat. Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari menyatakan, ledakan yang terjadi diduga disebabkan oleh bahan-bahan yang mengandung sodium nitrat yang terbakar. Barang-barang itu disimpan di Pelabuhan Beirut.

Ledakan ini meratakan pelabuhan kota, merusak gedung-gedung di seluruh ibu kota dan membuat awan jamur raksasa ke langit. sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan yang terjadi pukul 18.02 waktu setempat.

Dilansir dari kompas.com Sumber awal menyampaikan analisis bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan.

Iklan

“Informasi bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan sodium nitrat dalam volume besar yang disimpan di port (pelabuhan),” ujar Hajriyanto melalui keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020).

“Sodium nitrat adalah bahan putih yang digunakan untuk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api,” kata dia.

Menurut Hajriyanto, pelabuhan yang menjadi lokasi ledakan berdekatan dengan pusat kota Beirut.

Ini menyebabkan munculnya kerusakan dan korban jiwa.

“Lokasi port berdekatan dengan downtown Beirut. Tingkat kehancuran dan kerusakan properti terjadi dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan,” ujar dia.

Ia menambahkan, berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

“Dalam catatan KBRI Beirut, terdapat 1.447 WNI, dengan 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,” kata Hajriyanto.

“Satu WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman,” ujar mantan wakil ketua MPR ini.

Diketahui, sebuah ledakan besar mengguncang area pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut, pada hari Selasa (4/8/2020).

Ledakan itu menghantam dengan kekuatan gempa magnitudo 3,5 menurut pusat geosains Jerman GFZ. Ledakan didengar dan dirasakan sejauh Siprus lebih dari 200 kilometer (180 mil) melintasi Mediterania.

Dilansir dari NBCNews, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan penyebabnya kemungkinan adalah api di hangar di mana bahan peledak disimpan di pelabuhan Beirut, di pantai barat negara itu.

Gambar dan video yang diunggah di media sosial dan diverifikasi oleh tim berita sosial NBC News, dibandingkan dengan citra satelit, tampaknya menguatkan bahwa ledakan itu terjadi di sebuah gudang di Beirut Port Silos.

Saksi mata mengatakan kepada televisi LBC bahwa setidaknya lusinan terluka dan rumah sakit penuh dengan korban yang terluka.