KISAH PENUH INSPIRASI DARI SEORANG SANTRI PONPES NW JAKARTA BERNAMA AL MAJIDI

banner post atas

Abdul Quddus Al Majidi atau biasa dipanggil Al Majidi, lahir di Jakarta tanggal 9 Januari 2006. Saat ini sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta kelas VIII A SMP NW Jakarta.

Dilihat dari arti namanya saja sangat bagus. Abdum artinya hamba, Al Quduus artinya yang suci dan Al Majidi artinya yang mulia. Ini adalah kumpulan dari dua nama asmaul husna (nama-nama Allah yang baik). Jika kita menggabungkan nama tersebut, maka Abdul Quddus Al Majidi berarti “seorang hamba Allah yang selalu hidup dalam kesucian dan kemuliaan.”

Al Majidi dari umur tiga tahun sudah terlihat tanda-tanda kesolihan di wajahnya. Setiap dengar azan dengan segera datang ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Memang pada awal mulanya orang tuanyalah yang mengajak dan memberi contoh bagaimana shalat berjamaah yang benar sesuai menurut ajaran Islam. Akhirnya Al Majidi dari sejak itu sampai saat ini berumur 13 tahun selalu shalat berjamaah di masjid.

Iklan
Disaat yg lainnya kelelahan..Abdul Quddus Al Majidi tetep dalam khusu dalam berdoa kepada Allah SWT

Memang yang namanya menunaikan shalat bagi Al Majidi adalah nomor satu, tanpa disuruhpun dia berangkat sendiri ke masjid. Walaupun ketika bersekolah di SD dulu, tetap menyempatkan diri untuk shalat zuhur/asar, sementara teman-temannya yang lain lebih memilih main atau jajan dari pada shalat.

Demikian juga dalam hal akhlak, Al Majidi sudah terbiasa dari kecil mengucapkan salam dan bersalaman kepada kedua orang tuanya walaupun hanya pergi main ke rumah tetangga.

Abdul Quddus Al Majidi aktif dalam eskul paskibra di sekolah

Dalam beribadahpun Al Majidi berusaha untuk selalu fokus dan menjaga adab-adabnya. Contoh kemarin Jumat, 8 November 2019 ketika Al Majidi mengikuti pembacaan hizib, teman-teman disekitarnya ada yang tidak bisa fokus, tetapi Al Majidi tidak terpengaruh sama sekali. Dia tetap menunjukkan akhlak terbaiknya dengan khusyu’ beribadah kepada Allah. Inilah yang membuat Bp. Rohimin, S.Pd (Guru Pramuka SMP NW Jakarta) dan guru-guru yang lain tersentuh dan terpana, subhanallah. Orang tuanyapun yang mengetahui hal ini merasa sangat terharu dan bersyukur kepada Allah. Semoga ini pertanda kelak Al Majidi menjadi seorang ulama besar yang akan berjuang membela agama Allah melalui Nahdlatul Wathan. Aamiin.

BACA JUGA  Gerakan Pramuka Walet Indonesia Turut Andil Dalam Mensukseskan Acara PERKANAS HAMZANWADI II

Dalam melakukan aktifitas apapun seperti makan, minum, belajar, tidur, naik kendaraan dan lain-ain, selalu dimulai dengan bacaan basmalah dan doa secara lengkap.

Memang Al Majidi itu tipenya penurut, tidak banyak membantah dan berusaha mengerjakan apapun tugas yang diberikan kepadanya. Hatinya begitu lembut dan tutur katanyapun halus dan berisi. Sehingga penilaian dari masing-masing guru terutama wali kelasnya sangat positif dengan berbagai pujian dan harapan semoga Al Majidi kelak menjadi hamba Allah yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Aamiin.

Dalam mengikuti kegiatan-kegiatan seperti muhadharah, tilawah, karate, paskibra dan lain-lain baik di sekolah maupun dipesantren, selalu menunjukkan keaktifannya walaupun menguras tenaga begitu banyak dengan peluh keringat bercucuran dibawah terik matahari yang panas.

Kini Al Majidi sedang berjuang untuk menjadi seorang penghafal Al Quran dan alhamdulillah sekarang sudah masuk juz kedua. Ini adalah berkat pembinaan dan bimbingan dari seluruh guru dan pengasuh di Ponpes NW Jakarta, terutama pembinaan dan bimbingan dari Al Marhum Ust. Hamzani, SQ, Al Hafizh yang telah dipanggil oleh Allah satu bulan yang lalu. Semoga semua jasa-jasanya diterima dan diberkahi oleh Allah Subhanahu Wata’aalaa. Aamiin

Akhirnya semoga kisah ini, dapat memberi inspirasi dan motivasi kepada seluruh peserta didik/santri lainnya terutama di lingkungan Ponpes NW Jakarta. Aamiin. (S5N-Amr)

Jakarta, 11 Rabiul Awwal 1441 H/8 November 2019 M