Khutbah Jum’at Edisi, 20 Januari 2023 “Fungsi Diciptakan Hati”

Khutbah Jum’at Edisi, 20 Januari 2023 “Fungsi Diciptakan Hati”

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari kiamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia rahimakumullah
:
Di antara sekian banyak perangkat yang ada dalam tubuh manusia ternyata ada salah satu perangkat tubuh yang sangat penting dan paling menentukan hidup yang sesungguhnya. Perangkat tersebut adalah hati yang dalam bahasa arabnya disebut qalbu.

Allah menciptakan hati yang memiliki fungsi diantaranya untuk menanam benih-benih keimanan, keikhlasan, kesabaran dan ketakwaan. Keempat hal pokok ini mesti selalu ada dalam hati kita, agar hati tersebut tetap bersih, jernih dan terbebas dari penyakit-penyakit hati yang mengotorinya.

Bila hati kita penuh dengan keimanan, maka hati kita akan selalu mendekatkan diri kepada Allah Sang Maha Pencipta. Keimanan itu diibaratkan mesin penggerak. Bila mesin penggerak keadaannya sehat, normal dan stabil, maka apapun yang digerakkan akan dapat berjalan dengan baik, berharga dan berkualitas. Tapi sebaliknya bila mesin penggerak tersebut rusak, maka tidak ada benda apapun yang dapat digerakkan menuju tercapainya sesuatu yang diharapkan.

Demikian juga keadaannya hati manusia, ketika mesin keimanan tersebut benar-benar menyala dengan begitu terangnya, maka seluruh anggota tubuh akan dapat digerakkan menuju hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tapi sebaliknya bila dalam hati tersebut mesin imannya rusak, maka sedikitpun anggota tubuh itu tidak akan mampu digerakkan menuju hal-hal yang bersifat amal shalih.

Setelah hati tersebut diisi dengan nilai keimanan, hendaknya diisi juga dengan nilai keikhlasan. Keikhlasan adalah rasa tulus yang tidak mengharapkan apapun, kecuali pahala dan ridha Allah Subhanahu Wa ta’ala. Ketika keikhlasan ini benar-benar menghiasi hati, maka keimanan yang sudah ada akan terus dapat terjaga dan terpelihara hingga akhir masa. Oleh karena itu mari kita selalu menjaga keikhlasan kita dalam melakukan segala apapun yang diperintahkan dalam agama, agar pahala yang didapatkan di akhirat nanti menjadi sempurna dan diterima di sisi-Nya.

Jika keikhlasan ini terus menjiwai hati manusia, maka sedikit pun tidak akan merasa terbebani melaksanakan tugas dan kewajiban apapun, baik kepada sesama manusia, lebih-lebih kepada Allah sang Maha Pencipta.

Tetapi ketahuilah bahwa keikhlasan ini tidak akan pernah langgeng dan abadi sepanjang masa, bila tidak ditumbuhkan nilai kesabaran dalam hati. Kesabaran itu adalah suasana hati yang kuat, tabah dan tangguh dalam menghadapi berbagai macam ujian dan persoalan hidup di dunia. Kesabaran menjadi salah satu kata kunci untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam melaksanakan apapun. Orang yang tidak memiliki nilai kesabaran dalam hatinya, maka keikhlasannya akan pudar dan keimanannya akan lenyap.

Terakhir, hendaknya dalam hati manusia mesti ada nilai ketakwaan yang dapat menyempurnakan nilai keimanan, keikhlasan dan kesabaran. Ketakwaan itu adalah sikap hati yang senantiasa tunduk dan patuh dalam melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Jika nilai ketakwaan ini terus dapat dijaga dan dipelihara keutuhannya, maka keimanan yang ada akan terus bertambah, keikhlasan akan terus terpelihara dan kesabaran akan terus menyertai dalam semua aspek kehidupan. Tetapi manakala nilai ketakwaan ini tidak tumbuh dan terpatri di dalam hati, maka semua nilai kebaikan yang ada seperti keimanan, keikhlasan dan kesabaran akan sirna dan lenyap bagai ditelan bumi.

Karena betapa pentingnya nilai ketakwaan ini, Alquran terus membimbing umat manusia agar memperolehnya dengan cara taat dan patuh melaksanakan syariat-syariat agama, konsisten dalam nilai-nilai kebenaran dan istiqomah dalam nilai-nilai akhlakul karimah.

Hadirin jamaah kaum muslimin dan Jumat yang berbahagia rahimakumullah.

Nabi kita bersabda dalam salah satu hadis yang sangat terkenal menggambarkan betapa hati memiliki peran yang sangat penting dan berharga dalam kehidupan. Apabila hati tersebut baik, maka baiklah seluruh tubuh dan apabila hati tersebut rusak maka rusaklah seluruh tubuh.

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

“Sesungguhnya, di dalam badan ini terdapat sekerat daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh badan, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh badan. Sesungguhnya, ia adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim).

Melihat makna yang tersirat dalam hadis tersebut, ternyata betapa pentingnya kita memiliki hati yang baik yang senantiasa dihiasi oleh nilai-nilai yang suci yaitu keimanan, keikhlasan, kesabaran dan ketakwaan. Semoga keempat nilai ini senantiasa menyertai dalam kehidupan kita, sehingga kita menjadi manusia yang bahagia, berkah dan selamat dari dunia hingga akhirat. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الـْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰ ىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Jakarta, 26 Jumadil Akhir 1444 H/19 Januari l2023 M

Penulis : Marolah Abu Akrom (087887270732)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA