Jakarta, 6 Juni 2026 – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Tasyakuran dan Wisuda Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta yang diselenggarakan pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di berbagai jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Tasyakuran dan Wisuda, Ibu Yuli Sofiyati, S.Pd., M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Beliau berharap ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi ilmu yang berkah, bermanfaat, serta mampu membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
“Khusus wisudawan-wisudawati yang telah lulus dari Yayasan Nahdlatul Wathan, semoga mendapatkan ilmu yang barokah, ilmu yang bermanfaat, dan dapat membawa akhlak yang mulia di mana pun berada,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Yuli juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama, dukungan, dan partisipasi berbagai pihak, baik panitia, guru, orang tua, maupun seluruh elemen yayasan.
“Semoga keikhlasan Bapak dan Ibu semua mendapatkan keberkahan dan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Dalam laporan kepanitiaan, disampaikan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati tahun 2026 mencapai 171 peserta, yang terdiri atas:
- Madrasah Diniyah (MD): 5 wisudawan
- TK: 18 wisudawan
- SD: 35 wisudawan
- SMP: 88 wisudawan
- SMA: 25 wisudawan
Jumlah tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap lembaga pendidikan yang berada di bawah Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta.
Ketua panitia juga berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan secara berjenjang di lingkungan Nahdlatul Wathan. Lulusan TK diharapkan melanjutkan ke SD Islam Nahdlatul Wathan, lulusan SD ke SMP Nahdlatul Wathan, dan lulusan SMP ke SMA Nahdlatul Wathan, sehingga proses pembinaan karakter, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keislaman dapat terus berkesinambungan.
Menjelang akhir sambutannya, Ibu Yuli menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan acara. Ia juga menyampaikan rasa bangga dan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan wisuda tahun 2026.
Suasana semakin meriah ketika beliau menutup sambutannya dengan sebuah pantun yang disambut antusias oleh para hadirin:
Kota Jogja banyak salak
Bawa satu tidaklah berat
Dalam hidup jagalah akhlak
Niscaya bahagia dunia akhirat
Pantun tersebut mengandung pesan moral yang mendalam agar para lulusan senantiasa menjaga akhlak dalam menjalani kehidupan. Sebab, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu dan prestasi, tetapi juga oleh kemuliaan akhlak yang dimilikinya.
Acara tasyakuran dan wisuda ini menjadi momen berharga yang tidak hanya menandai keberhasilan para peserta didik menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan menuntut ilmu dan menjaga akhlak mulia sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.




