KHIDMATNYA ACARA HAUL MAULANA SYAIKH YANG KE 22 DI PONPES NW JAKARTA

KHIDMATNYA ACARA HAUL MAULANA SYAIKH YANG KE 22 DI PONPES NW JAKARTA

Acara haul wafatnya Sulthanul Auliya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang ke 22 berlangsung sangat khusyu’, khidmat dan tertib. Dimulai dengan shalat Isya’ berjama’ah kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan yang dipimpin langsung oleh ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan NW Jakarta yaitu Al Mukarram Drs. TGKH. Muhamaad Suhaidi, SQ.

Ribuan jamaah hadir dalam acara haul

Dalam kegiatan haul setiap tahunnya, pembacaan Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan merupakan acara yang sangat penting dan inilah yang menjadi ciri khas pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.

Kalau kita pahami makna thariqat itu adalah metode/cara yang sangat efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan bimbingan seorang guru (mursyid) melalui bacaan-bacaan kalimat suci seperti istigfar, tasbih, tahmid, tahlil dan doa.

DR H Muslihan Habib M.A PW NW DKI jakarta

Diantara sekian banyak thariqat, ada salah satu thariqat yang mu’tabarah (yang sah) sesuai dengan Al Quran dan hadits Nabi yaitu Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan. Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan ini ditulis oleh seorang ulama’ besar yang bergelar Sulthanul Auliya’ (rajanya para wali) yaitu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Al Masyhur. Thariqat ini beliau bentuk pada tahun 1964 melalui serangkaian proses olah batin yang panjang yaitu ketika beliau melaksanakan ibadah haji pada saat beribadah di Masjid Nabawi Madinah.

Saking pentingnya Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan ini, para santri dan jamaah di Pondok Pesantren NW Jakarta tidak hanya membacanya pada waktu haul seperti sekarang ini, tapi menjadi rutinitas setiap sekali sebulan. Alhamdulillah semakin diamalkan terasa begitu sangat menyentuh dan berbekas di dalam jiwa, sehingga suasana jiwa sangat nikmat dan lezat bersama Allah Robbul’aalamiin.

Bagi Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan NW Jakarta, Drs. TGKH. M. Suhaidi, SQ, mengamalkan Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan merupakan suatu amanah dari Maulana Syaikh yang mesti didawamkan, demi membangun kedekatan kepada Allah dalam segala kondisi yang ada. Sehingga terhindar dari penyakit resah dan gelisah yang kebanyakan menimpa manusia dizaman modern seperti sekarang ini.

Pada haul kali ini, setelah pembacaan Thariqat, Diektur Akademik Yayasan Mi’rajush Shibyan NW Jakarta, Drs. TGH. Muslihan Habib, MA menyampaian biografi (manaqib) Al Magfurlah Sulthanul Auliya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, mulai dari silsilah keluarga Maulana Syaikh, tempat dan tanggal lahirnya, pendidikannya, karir politiknya, prestasinya, karya-karyanya, perjuangannya melawan penjajah dan kesuksesannya menyebar luaskan organisai Nahdlatul Wathan di Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya untuk menyempurnakan semua manaqib yang beliau sampaikan telah didokumentasikan dalam bentuk film documenter yang diputar setelah acara haul dilaksanakan, sembari para jama’ah menikmati hidangan lezat yang telah disiapkan panitia.

Secara umum pelaksanaan haul tahun ini berlangsung sangat lancar, aman dan tidak ada kendala apapun, in Sya Allah besar manfaatnya bagi umat khususnya yang berada di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Jakarta, 23 Shafar 1441 H/22 Oktober 2019 M

Penulis : Maroah Abu Akrom

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA