Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 29) Macam-macam Karomah Bagian 1

Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 29) Macam-macam Karomah Bagian 1

Karomah Maulana Syaikh Melipat Bumi

Terkait dengan karomah Melipat Bumi dengan menempuh jarak jauh dalam waktu
sekejap atau dalam kedipan mata, sepertinya banyak sekali para Wali Allah yang mendapatkan
karomah tersebut. Karomah Melipat Bumi disini memiliki arti dapat menjadikan jarak yang jauh itu menjadi sangat dekat sekali. Dan gambaran cepat dan dekatnya, bisa sampai tujuan dengan
ukuran kedipan mata. Sebagaimana diceritakan juga oleh al-Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani
dalam kitabnya, Jami` Karaamat al-`auliya, misalnya. Dimana, ada seorang Wali Allah di
Masjid kota Tursus (Turki) yang tergerak ingin ke Masjidil Haram (Makkah). Lalu, beliau
memasukkan kepalanya dikantung bajunya dan mengeluarkannya kembali dan dengan izin Allah
Subhanahu wa ta`ala beliau sudah ada di Masjidil Haram (Makkah). 103
Sebagai contoh lainnya, al-Syaikh Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthiy suatu hari
berkata kepada muridnya;
“Mari, sekarang aku ajak kamu ke Makkah. Aku ingin shalat Asar di sana. Tapi
syaratnya, jangan cerita kepada siapa saja tentang hal ini, sampai aku meninggal
dunia.”.
Sang murid menyanggupinya. Lalu, al-Syaikh Jalaluddin memegang tangan
muridnya dan berkata; “Pejamkan matamu!”. Kemudian mengajak muridnya
berjalan setengah berlari dua puluh tujuh langkah dan Syaikh berkata lagi;
“Sudah, sekarang buka matamu.”
Si murid membuka matanya dan sudah berada di makam al-Ma`la Makkah.
Kemudian keduannya berziarah ke makam Siti Khadijah, wali Fudhail bin Iyyad
dan al-Syaikh Sufyan bin Uyainah. Kemudian menuju Masjidil Haram dan
mengerjakan tawaf, minum zamzam, lalu duduk di belakang makam Nabi Ibrahim
untuk menjalankan shalat Asar.
Selanjutnya, al-Syaikh Jalaluddin berkata pada muridnya. “ Sekarang mau ikut ke
Mesir atau tinggal di sini?. Sang murid jawab, aku ikut syaikh.
Syaikh berkata lagi, “Pejamkan matamu”. Dan keduanya berjalan tujuh langkah,
lalu disuruh lagi buka matanya. Ternyata, keduanya sudah ada di Mesir. Dan sang
murid, diajak ziarah ke makam Umar bin Faridh. Dan selanjutnya mereka
berpisah.”
Sebagaimana dalam contoh karomah wali di atas, maka diantara beberapa contoh
karomah Guru Besar kita Sultahnul Aulia al `allaaamah al-`aarifu billaah, Maulana Syaikh
Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang berkaitan dengan karomah
Melipat Bumi dengan menempuh jarak jauh dalam waktu sekejap atau dalam kedipan mata,
dapat kita perhatikan dalam beberapa judul cerita sebagaimana berikut ini.

BACA JUGA  Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 18) Empat Puluh Macam Karomah dalam Pandangan Al-Ghazali

A. Baru Saja Maulana Syaikh Berangkat

“Pada tahun 1997, salah seorang murid dekat Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai
Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yakni al-Ustadz Kyai Haji
Muhammad Suhaidi, pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta,
pernah diperintahkan oleh sang Guru Besar, yakni Maulana Syaikh untuk menghadap kepada Tuan Guru Haji Muksin Makbul di Kota Raja, Lombok Timur
untuk kepentingan salah satu urusan perjuangan NW. 104 Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
berkata dengan menyebut nama muridnya dengan mengatakan;
“Suhaidi…!, Sahutnya.
Sang murid, langsung menjawab;
“ Inggih (Ya) Datuk”.
“Tolong pagi ini, kamu berangkat menemui Haji Muksin Makbul di rumahnya, di
Kotaraja, Lombok Timur sana. Dan Ia sudah menunggumu sekarang di sana”.
“Inggih (Ya) Datuk”, Jawaban balik dari sang murid dengan penuh kerendahan.
Saat itu pun, Al-Ustadz Haji Suhaidi dengan segera bergegas dan langsung
berangkat dengan mengendarai kendaraan umum bersama dengan orang tua
beliau (Amaq Muslihin) menuju Kotaraja, Lombok Timur. Setelah sampai tujuan
dan sudah berada di depan pintu rumah Tuan Guru Haji Muksin Makbul, maka,
tentunya sebagai tamu terlebih dahulu mengucapkan salam.

BACA JUGA  Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 21) Beberapa Indikator Kewalian Maulana Syaikh Bagian 1

Assalamu `alaikum warahmatullahi wa barakatuhu. Ucapnya Al-Ustadz Haji
Suhaidi dengan lengkap.

Tuan Guru Haji Muksin Makbul yang saat itu pun sudah menunggu dan ternyata
memang sudah mengetahui rencana kedatangan tamunya ini, maka dengan
langsung menjawab salamnya juga dengan sempurna.

Wa`alaikussalam warahmatullahi wa barakatuhu. Jawaban salam dari Tuan Guru
Haji Muksin Makbul dengan lengkap pula. Lalu, dipersilahkan masuk.
“Silahkan masuk…! Ucap Tuan Guru Haji Muksin Makbul dengan penuh hormat.
Setelah dipersilahkan masuk dan untuk duduk di ruang tamunya, selanjutnya
Ustadz Haji Muhammad Suhaidi menyampaikan maksud dan tujuan
kedatangannya dan mengatakan;
“Tuan Guru …! Saya perintahkan oleh Datuk Maulana Syaikh untuk menghadap
dan menemui tuan guru.” Ungkapnya dengan penuh hormat juga.

“O ya, baru saja Maulana Syaikh kesini untuk memberitahu saya tentang
kedatanganmu. Dan sekarang sudah berangkat. Jawab Tuan Guru Haji Muksin
Makbul kepada tamunya.”
“Maksud Tuan Guru?. “

BACA JUGA  Demonstran Sumsel Kibarkan Bendera Setengah Tiang Dikantor DPRD

Tanya Ustadz H. Suhaidi, kembali mempertegas informasi dari Tuan Guru Haji
Muksin Makbul tersebut dan seperti agak bingung. “Inggih (Ya). Baru saja Maulana Syaikh sudah datang ke sini, tapi sekarang
Beliau sudah berangkat lagi ke Pancor.”
Kata Tuan Guru Haji Muksin Makbul memperkuat informasinya, sambil
mempersilahkan minum kepada Ustadz Haji Suhaidi sebagai tamunya yang baru
saja datang.

Mendengar informasi itu, al-Ustadz Haji Muhammad Suhaidi yang didampingi
orang tuanya juga terdiam dan tentu merasakan sesuatu yang aneh dan janggal
yang disertai rasa kagum juga menemukan kejadian itu. Hal ini, karena Maulana
Syaikh yang memerintahkan ketemu Tuan Guru Muksin Makbul. Dan memang
ada di Pancor. Tapi, pada waktu yang bersamaan atau pada saat ia sampai,
ternyata beliau Maulana Syaikh sudah lebih dahulu dan berangkat terlebih dahulu
lagi.

“Inilah salah satu karomah Maulana Syaikh”, ungkap sang murid al-Ustadz Haji
Muhammad Suhaidi. 105 Subhanallaah. Cerita diatas telah memberikan gambaran kepada kita tentang salah satu
karomah Melipat Bumi yang dimiliki oleh Guru Besar kita Sulthaanul Aulia Al-`Aalim Al-
`Allamah Al-`Aarifu Billaah, Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin
Abdul Madjid.

Suatu hal yang aneh, tapi nyata yang terjadi pada diri Maulana Syaikh yang
memerintahkan muridnya Ustadz Haji Muhammad Suhaidi yang saat itu berada di Pancor untuk menuju Kota Raja. Tapi ternyata, Maulana Syaikh sudah terlebih dahulu sampai menuju ke Kota Raja. Dan pada saat yang bersamaan, beliau sudah terlebih dahulu pula berangkat lagi dari Kota Raja kembali ke Pancor dengan waktu yang tentunya sangat singkat.

BACA JUGA  Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 26) Menelusuri Jejak Karomah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Karomah Melipat Bumi merupakan salah satu macam karomah para wali yang dapat
menjadikan sesuatu yang jauh menjadi dekat dan sampai ke suatu tempat yang memiliki jarak jauh itu dalam hitungan menit atau bisa hitungan detik dan bahkan bisa juga dalam hitungan kedipan mata.

Sementara bagi orang biasa, tentu jarak jauh tersebut ditempuh dengan waktu
normal yang sesuai dengan jauh dan dekat jarak tempuhnya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA