KEWALIAN DAN KAROMAH MAULANA SYAIKH. Kata Pengantar Penulis. (bagian – 2)

0
797
banner post atas

Maulana Syaikh adalah sosok ulama pewaris para Nabi (warasah al-Anbia) dan pewaris baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sejati. Beliau ini telah nyata mengikuti jejak Nabi, bukan hanya dalam aspek-aspek yang selalu melekat pada kenabian, seperti Shiddiq. Amanah, Tabligh, Fathanah atau aspek kemanusiaan dan sosialnya, tetapi juga dalam kapasitas spiritual dan esensi ruhaniahnya (al-Haqiqah al-Muhammadiyyah). Menurut tradisi Tasawuf, beliau adalah seorang khalifah Allah yang sesungguhnya di muka bumi, memiliki (visinya) tidak berbeda dengan visi Allah-Yandzuruu bi nuurillaahi ta’aala, “Melihat dengan Nur Allah.”

Penyematan gelar sulthamul Aulia al-Alim al-Allamah al-Arifu billaah berbanding lurus dengan integritas keilmuan beliau. Sejak kepulangannya dari Tanah Suci Makkah, beliau dikenal luas dengan sebutan Tuan Guru, sebuah sebutan yang disematkan kepada seorang ulama yang lulus dalam testcase terhadap kapabilitas keilmuannya. Beliau dikenal dengan sebutan Tuan Guru Pancor, dinisbahkan ke kampung halamannya yang bernama Pancor di Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Buku sederhana tentang kewalian dan karomah Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini adalah upaya untuk membaca dengan berkesinambungan sisi lain dari sosok beliau. Pada dasarnya, penulis bukanlah orang yang pantas membahas tentang hal ini. Al-Faqir mengaku dan angkat tangan, bukanlah orang yang mendalami suatu hal yang bersifat bathini (spiritual), apalagi mengetahui dengan sangat dekat Allah yang mengenal Wali-Nya.” Sehingga, tidak mungkin bagi orang awam, apalagi seperti penulis yang dhoif ini dapat mengenal seseorang sebagai walinya Allah Subhanahu wa ta’ala.

Iklan

Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang umumnya mengacu dan mengetengahkan data-data tertentu, baik yang bersifat primer atau sekunder. Dalam konteks metodologi penelitiannya, penulis memakai pendekatan kualitatif dengan studi lapangan (field reaserch) dan studi kepustakaan (libraryreaserch) serta wawancara mendalam (in depth interview) dengan beberapa nara sumber yang pernah dekat dengan Maulana Syaikh semasa hayatnya. (fathi)

Moga Manfaat