KENALI TUHANMU MAKA KAMU AKAN BAHAGIA

banner post atas

Nama : Nopky Answara Putra Perdana

Sesungguhnya Allah Azza Wajalla memerintahkan kepada seluruh Nabi dan Rasulnya untuk mengajak ummatnya menyembah Allah Azza Wajalla semata (TAUHID), seperti yang di sebutkan dalam al-Quran dalam surah an-nahl ayat 36 :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Iklan

Di dalam tafsir al-wajiz karya Syaikh Prof. DR. Wahbah Zuhaili ialah, Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Dalam tafsiran lain “THAGHUT” merupakan berhala, sesembahan, dukun, jimat yang mana membawa kepada seseorang lebih mempercayai hal tersebut berbanding kepada Allah Azza Wajalla semata. Dari tatanan ibadah yang paling utama ialah mengenal Allah Azza Wajalla sebelum dalam pelajaran syari’at yang ada di dalamnya seperti solat, puasa, zakat dan lainnya. Segala perbuatan ibadah yang berkaitan dengan syari’at tidak akan membuahkan hasil jikalau hamba tidak mengenal tuhannya dengan baik dan cara yang benar.
Disamping itu ada juga orang yang mengaku bahwa dirinya sudah mengenal Allah Azza Wajalla akan tetapi masih diikuti dengan perbuatan yang mengarah kepada penyembahan selain Allah atau disebut juga sebagai orang yang muysrik, seperti dalam al-Quran dalam surat Azzukhruf ayat 26-27 :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ .إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”.

BACA JUGA  Yuk Cari Tau Tanggal Penting Dibulan September

Sebagaimana dilihat dari kisah nabi Ibrahim Alaihissalam bahwa di zaman beliau diutus sebagai nabi dan Rasul masih banyak dari kaumnya yang tidak ingin menyembah kepada Allah Azza Wajalla sampai ayahnya sendiripun menyembah kepada selain Allah. Sehingga nabi Ibrahim alaihissalam di perintahkan untuk mendakwahi kaumnya. Maka dari itu nabi Ibrahim menegaskan bahwa ibadah yang paling mendasar ialah mengenal Allah Azza Wajalla atau mentauhidkan Allah.
Sebagaimana juga Nabi besar seluruh alam nabi terakhir merupakan kekasih Allah Azza Wajalla Nabi Muhammad Alahissholatu Wassalam bersabda dikutip dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي نَفْسَهُ وَمَالَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan ‘laa ilaaha illallah’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah). Siapa saja yang telah mengucapkan laa ilaaha illallah, sungguh terjagalah nyawa dan harta mereka, kecuali karena hak (Islam). Sedangkan perhitungannya ada di sisi Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari no. 2946 dan Muslim no. 21)

Demikian juga wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau mengutusnya untuk berdakwah ke negeri Yaman,

إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka hendaklah yang pertama kali engkau serukan kepada mereka adalah agar mereka beribadah kepada Allah.” (HR. Bukhari no. 1458 dan Muslim no. 19)

Oleh karena itu men-Tauhidkan Allah Azza Wajalla sangatlah dan merupakan kewajiban kepada setiap Mukallaf dan Tauhid juga adalah perkara pertama yang dapat memasukkan seseorang kepada islam, dengan Tauhid maka akan mengenal tuhan dan dengan mengenal tuhan maka kehidupan bagi setiap orang khususnya muslim akan lebih tenang dan bahagia dalam menghadapi segala masalah. Apapun ibadah yang di lakukan juga akan menjadi sesuatu yang berpahala.

BACA JUGA  MUTIARA HIKMAH (28) MENYAMBUT IDUL FITHRI 1441 H. Oleh : Abu Akrom