KBM Secara Tatap Muka Sudah Diperbolehkan, Kapan? CEK FAKTANYA DISINI.

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Pemerintah baru-baru ini meluncurkan sebuah buku panduan mengenai pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2020-2021 ditengah masa pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut dijelaskan melalui sebuah webinar yang diselenggarakan pada Jum’at (20/11) lalu.

 

Dalam acara tersebut, lima orang menteri yakni Menko PMK Muhadjir Effendy, Mendikbud Nadiem Makarim, Menag Fachrul Razi, Menkes Terawan Agus Putranto, dan Mendagri Tito Karnavian menyepakati aturan tersebut secara bersama.

Pada acara webinar tersebut telah diumumkan bahwa pada tahun ajaran di semester genap 2020-2021, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka sudah boleh diselenggarakan secara langsung di sekolah.

Kendati demikian hal tersebut harus diikuti dengan beberapa syarat yang berlaku. Kelima menteri tersebut telah melakukan kesepakatan bahwa KBM secara tatap muka akan diberikan langsung kepada masing-masing daerah.

“Berarti pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan. Untuk memberikan kewenangan pada pemerintah daerah, kanwil, atau kantor kemenag, untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka.” ungkap Nadiem pada Jum’at (20/11).

“Pemberian izin bisa dilakukan secara serentak atau bertahap tergantung pada kesiapan daerah tergantung diskresi kepala daerah. Berdasarkan evaluasi kepala daerahnya. Dan juga diikuti kesiapan sekolah masing-masing dalam memenuhi checklist untuk kegiatan belajar tatap muka,” jelas Nadiem.

Ketetapan aturan ini akan mulai diberlakukan pada kegiatan belajar mengajar di semester genap tahun ajaran 2020-2021 mendatang.

“Jika memang demikian, maka aturan akan mulai dilaksanakan dan efektif tahun 2021,” jelasnya lagi.

Sementara itu, wilayah sekolahan yang segera melakukan kegiatan belajar ini diharapkan mempersiapkan diri dalam tahap penyesuaian secara tatap muka tersebut.

Perlu diketahui, sekolahan yang wilayahnya sudah dalam kategori zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan melakukan kegiatan belajar secara tatap muka. Sementara wilayah sekolahan yang masih dalam zona merah dan oranye dihimbau tetap melakukan kegiatan pembelajaran secara daring terlebih dahulu guna keselamatan warga sekolah.

BACA JUGA  Hari Pertama Menerapkan PSBB, Warga Makassar Yang Berkumpul disemprot Air Mobil Pemadam.

Terdapat 13 persen sekolahan yang sudah melakukan kegiatan tersebut meski hal tersebut sudah diperbolehkan oleh Pemerintah pusat.