ISRAELPalestina Oleh: Zulkarnaen

banner post atas

Kadang suka bingung mau berbuat apa untuk Palestina. Do’a selama ini sepertinya tidak bekerja. Ya memang hanya tuhan yang tahu soal do’a dieksekusi apa tidak. Bukan bermaksud untuk menyerah. Namun jika dipikir-pikir memang sudah lama do’a untuk Palestina. Sudah 75 tahun Indonesia merdeka juga dan selama itu do’a untuk Palestina dilakukan–secara amanat konstitusi bangsa ini adalah menghapus penjajahan di atas dunia.
Tidak ada kata yang bisa diucapkan; usaha membantu Palestina selama ini tak membuahkan hasil ekspektasi–pernah di suatu hari Senin; menjadi pembina upacara–menyampaikan kenapa kemerdekaan itu penting diperingati–salah satunya adalah ketenangan tanpa beban dalam beraktifitas; orang Palestina dijaga tentara Israel; bukannya ketenangan, tapi kewaspadaan di setiap waktu–tembakan dan bom dilepas–alangkah gak mengenakkan kondisi seperti itu–Palestina seperti anak kecil yang tak memiliki siapa-siapa; menyaksikan bangsa lain beraktifitas dengan tenangnya.

Mengukur Israel dengan kemanusiaan sepertinya salah, bukan itu persoalannya–toh kemanusiaan bukan sesuatu yang sulit untuk dipahami–ia adalah bagian dari suara hati nurani–belum lagi deklarasi HAM yang sudah cukup lama di dunia ini–banyak dari peraih nobel ilmu pengetahun berasal dari sini juga–ada sekitaran 7 Nabi turun di tempat ini–Harari, penulis buku best seller internasional, Sapiens berasal dari Israel.

Sehingga membela Palestina atas nama kemanusiaan itu tidak nyambung–ada persoalan lain–mungkin soal apa yang mereka percayai tentang bangsa yang paling unggul di sepanjang sejarah manusia–sejauh ini globalisasi wacana HAM tak terjadi di Palestina–Israel menjadi contoh yang baik dalam penjelasan para pemikir postmo–setiap tempat jangan dipaksa untuk diseragamkan, teramasuk soal nasehat HAM ke Israel–kita harus sepakat untuk berbeda.

Iklan

Bagaimana keadaan orang Palestina saat ini ? Akankah penduduk dunia ini akan menjadi saksi ketiadaan Palestina di masa depan ? Sejauh ini, Palestina semacam film yang menyedihkan–ditonton oleh kita semua–episodenya sudah banyak sekali–kita seperti ibu-ibu di rumah yang marah-marah saat pemeran utama disiksa–namun apalah arti marah-marah itu–kita hanya marah saat tahu, lalu lupa seakan tak ada apa-apa yang terjadi–Israel masih di Palestina sampai anda membaca tulisan ini.

BACA JUGA  Lawan Gravitasi, Diputer Sambil Terbang di Trans Studio

Apa yang terjadi sebenarnya ? Bukankah muslim adalah populasi terbanyak kedua di dunia ini ? Negara yang dipimpin muslimpun juga banyak kan ? Seberapa pelik masalah ini ? Atau memang buntu ? Atau kita sudah tak perlu saling membantu ? Mengurus diri masing-masing ? Apa sebenarnya maksud tuhan tentang tak boleh putus asa ? Bukankah tuhan mengatakan pertolongan-Nya dekat ? Siapa yang bisa menjelaskan semua ini ?