Idul Adha : Didalam Hartamu Ada Hak Orang Miskin,Berkurbanlah!

0
109
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Pelaksanaan Ibadah Sholat Idul Adha 1441 H, tingkat Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) dilaksanakan di Masjid Agung Al Mujahiddin Selong. Yang bertindak sebagai hatib Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Timur H.Izharuddin dan Imam Ustadz H.Lalu Muhibban Al Hafiz. Jumat(31/07/2020).

Pada kesempatan tersebut  Bupati H. M. Sukiman Azmy mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protocol kesehatan untuk menekan penyebaran penyakit yang masih terjadi hingga saat ini. 

Hal tersebut juga dimaksudkan agar anak-anak, siswa sekolah dapat secepatnya mengikuti proses kegiatan pendidikan melalui tatap muka. Sebab Bupati menilai proses pembelajaran jarak jauh, dari rumah yang diterapkan saat ini belum terlaksana secara optimal.

Suasana Sholat Idul Adha
Iklan

Bupati juga mengingatkan kepada jamaah, terhitung 1 Agustus 2020 mendatang sesuai Perda Provinsi NTB di mana salah satu poinnya adalah mengenakan denda kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat keluar rumah/melakukanaktivitas.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur .H. Azharuddin, dalam khutbahnya menyampaikan tiga peristiwa penting yang tidak bisa lepas  dari  prosesi  pelaksanaan  Hari  Raya  Idul  Adha. Ketiga peristiwa tersebut adalah ibadah haji,shalat Ied dan penyembelihan hewan qurban yang menjadi sejarah hari raya IdulAdha (hari Raya Qurban) itu sendiri.

Kepala Kantor Kementerian Agama H.Izharuddin

Diuraikannya Kondisi wabah Covid-19 yang sampai hari ini belum juga mereda, jangan sampai membuat umat Islam kehilangan kendali akal sehatnya. Kondisi saat ini tidak boleh serta merta menurunkan semangat  spiritual  umat islam tetapi harus meyakini    bahwa selalu ada hikmah besar yang terkandung dari setiap ketetapan yang diberikanoleh-Nya.

Ditambahkannya ummat islam juga harus bisa mengambil hikmah seperti sabar dan tawakkal, utamanya bagi jamaah yang tertunda melaksanakan ibadah haji akibat pandemic ini.

Ibadah qurban justru menjadi bukti   kepekaan sosial masyarakat yang mampu secara ekonomi akan berbagi kepada yang miskin. Qurban menyadarkan bahwa  harta  dan materi di dunia hanya titipan dari Allah Swt, yang  di  dalamnya  terdapat  hak  orang  lain. 

Harta tersebut tidak berkurang ketika harus berbagi dengan orang lain melalui pembelian hewan qurban. Harus disadari    sesungguhnya hakikat memberi adalah menerima. Pengorbanan harta melalui hewan qurban niscaya semakin mendekatkan   dengan  Allah  Swt.

 

(Bul)