Hikmah Pagi : Sabar

banner post atas

Pada Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shidiq. 

Ketika sedang berbincang-bincang antara Rasulullah dan Sayyidina Abu Bakar, tiba-tiba datang seorang Arab Bakar dlm keadaan marah dan menemui Sayyidina Abu Bakar dan langsung mencela Sayyidina Abu Bakar.
Makian, hinaan dan kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu.

Namun, Sayyidina Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Beliau melanjutkan perbincangannya dengan Rasulullah SAW.

Iklan

Melihat hal ini, Rasulullah pun tersenyum.
Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut.
Untuk ketiga kalinya, ia terus mencerca Sayyidina Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan dari sebelumnya…

Mendengar ocehan dan kata-kata orang Arab Badui yang semakin menjadi-jadi akhirnya Sayyidina Abu Bakar pun tersulut emosi dan dibalaslah makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula.
Maka terjadilah Perang Mulut.

Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. dan Beliau meninggalkan Sayyidina Abu Bakar Tanpa Mengucapkan Salam.
Melihat hal itu, selaku tuan rumah, Sayyidina Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung.

Dikejarnya Rasulullah SAW yang sudah sampai di halaman rumahnya.
Kemudian Sayyidina Abu Bakar berkata :
“Wahai Rasulullah, janganlah Engkau biarkan aku dalam kebingungan yang sangat dalam.
Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku.”

Rasulullah SAW menjawab,
“Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan, memfitnahmu lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan engkau tidak membalas. Aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian. Dan aku tersenyum karena Ribuan Malaikat turun di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun untukmu, kepada Allah SWT.”

Begitu pun yang ke 2 X, ketika ia mencela serta memfitnahmu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.
Oleh sebab itu, aku pun tersenyum.

BACA JUGA  TPA BANI ABBAS NW BEKASI DAN HARAPANNYA

Namun. Ketika ke 3 X ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.
Maka Hadirlah Iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu.
Aku tidak ingin berdekatan dengan Iblis , dan aku pun enggan memberi salam kepada Iblis.”

Setelah itu menangislah beliau Sayyidina Abu Bakar.
sambil berucap”Astagfirullah Al’adzhim..,Astagfirullah Al’adzhim..,Astagfirullah Al’adzim”.

Sabar itu memang tidak mengenakkan.
tapi Yakinlah Allah akan selalu mengasihi dan selalu menyertai orang yang sabar.

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah itu selalu beserta orang-orang yang sabar”.(QS. Al-Baqarah, 2:153)

Bagi orang sabar maka pahala yang didapat adalah Tanpa batas.

Di pintu Surga Malaikat menyambut orang-orang yang sabar dengan mengucapkan “Salaamu’alaikum bimaa shabartum”.
(Semoga keselamatan selalu terlimpah untukmu karena kesabaranmu.)

Semoga Allah SWT memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang Selalu Bersyukur dan Sabar. Aamiin

Semoga Bermanfaat.