-HIKMAH PAGI- “PERSEPSI WETU LIMA TERHADAP WETU TELU”

banner post atas

Waktu Lima berpandangan bahwa istilah Wetu Telu merupakan pencerminan dari praktek-praktek keagamaan mereka selama ini. Secara harfiah, penganut Waktu Lima mengartikan Wetu Telu dengn waktu tiga, dengan asumsi Wetu berarti waktu dan Telu yang berarti tiga. Mereka menafsirkan itu karena penganut Wetu Telu mengurangi dan meringkas hamper semua peribadatan Islam menjdi hanya tiga kali saja. Orang Waktu Lima menganggap bahwa penganut Wetu Telu hanya melaksanakan tiga rukun Islam saja, yaitu mengucapkan syahadat, menjalankan sholat harian, dan berpuasa. Mereka meninggalkan rukun keempat dan kelima, membayar zakat dan pergi haji. Lebih jauh dalam pandangan Waktu Lima, penganut Wetu Telu hanya melaksanakan sholat tiga kali dalam sehari semalam, yaitu subuh, maghrib dan isya. Shalat zuhur dan ashar tidak mereka kerjakan. Waktu Lima juga mengatakan Wetu Telu tidak menjalankan puasa sebulan penuh melainkan tiga kali saja, yaitu permulaan, pertengahan, dan penghujung Bulan Ramadhan.

Berdasarkan penafsiran-penafsiran ini, penganut Waktu Lima kemudian beranggapan bahwa keberagamaan penganut Wetu Telu belumlah sempurna sesuai dengan tuntunan Islam yang universal. Di samping itu, ketidaksempurnaan ini, juga terlihat dari pencampuran tradisi keberagamaan dengan tradisi adat yang masih melakukan pemujaaan terhadap leluhur yang sangat sarat dengan animisme dan antropomorfisme.

02 Desember 2020

Iklan

Hipzon Putra Azma

BACA JUGA  Sasaran Sensus Penduduk Online: Anda Semua!