Hikmah Pagi : Apa Perbedaan Stres dan Depresi?

Hikmah Pagi
banner post atas

Stres adalah hal yang normal dan justru baik bagi Anda dalam situasi tertentu. Ketika Anda sedang dilanda stres, misalnya karena tumpukan pekerjaan atau karena Anda sedang merencanakan pernikahan, Anda akan semakin terpicu untuk fokus pada masalah dan meningkatkan kinerja. Namun, Anda perlu berhati-hati karena kalau sudah terlewat stres, Anda bisa jadi menderita depresi. Bahkan pada beberapa kasus, depresi bisa muncul tanpa didahului oleh stres.

Apa perbedaan stres dan depresi?
Stres dan depresi sering kali digunakan oleh awam sebagai istilah yang dapat dipertukarkan. Padahal, stres dan depresi hal ini memiliki perbedaan mendasar. Cara kerja stres dan depresi tidaklah sama, maka penanggulangannya pun akan berbeda pula. Jika tidak ditangani dengan benar, depresi bisa membahayakan kesehatan jiwa, jasmani, hingga nyawa. Jadi, penting bagi Anda untuk mengenali perbedaan stres dan depresi agar bisa merawat diri dengan tepat sebelum terlambat.

Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah.

Iklan

Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal. Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat Anda.Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terserang depresi daripada pria.

Gejala stres
Stres bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak usia sekolah. Perhatikan gejala-gejala depresi berikut ini untuk mencari tahu apakah Anda mengalami stres atau depresi.

BACA JUGA  Terkadang Beban yang Berat itu Menyelamatkan Hidup kita

✓Sulit tidur
✓Gangguan daya ingat
✓Gangguan berkonsentrasi
✓Perubahan pola makan
✓Mudah marah dan tersinggung
✓Sering gugup atau gelisah
✓Merasa kewalahan dengan pekerjaan di sekolah atau kantor
✓Merasa takut tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik

Gejala depresi
Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Berikut adalah berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi.

✓Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
✓Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
✓Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
✓Sulit mengambil keputusan
✓Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
✓Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya
✓Sulit berkonsentrasi
✓Sulit mengingat-ingat
✓Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
✓Berpikiran negatif secara terus-menerus
✓Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
✓Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
✓Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
✓Adanya pikiran untuk bunuh diri

Cara menangani depresi
Jika ternyata Anda mengalami depresi, Anda harus segera mengambil tindakan. Depresi merupakan penyakit yang bisa disembuhkan kalau penanganannya tepat. Namun, depresi tidak bisa disembuhkan oleh Anda seorang diri. Anda membutuhkan bantuan orang lain. Cobalah untuk menjalani sesi konseling bersama psikolog atau psikiater. Anda juga mungkin akan dirujuk untuk menjalani berbagai terapi seperti Terapi Kognitif Perilaku (CBT) dan psikoterapi.