Hari Lahir Pancasila : “Mengenal Makna Dasar Negara Indonesia”

Hari Lahir Pancasila : “Mengenal Makna Dasar Negara Indonesia”

Sinar5news.com – Jakarta – Hari ini Tanggal 01 Juni 2020 merupakan hari bersejarah yaitu Kelahiran sebuah dasar negara Indonesia yang dinamakan Pancasila. Nama pancasila sendiri diambil dua kata dari Sansekerta yaitu panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas.

Pancasila merupakan sebuah dasar ideologi Negara Indonesia. Dasar Ideologi ini merupakan suatu rumusan serta pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila memiliki 5 Pedoman yang mendasari Prinsip Negara Indonesia. Kelima Pedoman tersebut ialah :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ( tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke 4).

Dari kelima sila dasar Pancasila tersebut, memiliki lima lambang yang masing-masingnya berarti lain.

1. Bintang

Lambang Bintang pada Sila Pertama
Lambang Bintang pada Sila Pertama

Bintang merupakan lambang dari sila pertama. Bintang emas dengan perisai hitam ini melambangkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bintang emas ini diartikan sebagai cahaya kerohanian bagi setiap manusia.

Sedangkan latar belakang berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli yang menunjukkan bahwa Tuhan sebagai sumber dari segala sesuatu dan sudah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

Kita bisa menerapkan sila pertama dengan cara melakukan beberapa hal, contohnya:

– Beribadah sesuai dengan kepercayaan yang dianut.

– Menghargai orang lain yang agamanya berbeda dengan kita.

– Tolong menolong, meski memiliki agama yang berbeda.

2. Rantai

Lambang Rantai Pada Sila Kedua
Lambang Rantai Pada Sila Kedua

Rantai merupakan makna dari sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.     

Gambar rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu.

Rantai yang terdapat pada sila kedua ini terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling terkait membentuk lingkaran.

Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki dan lingkaran melambangkan perempuan.

Nah, maka dari itu kita sesama manusia harus saling membantu satu sama lain.

Kita bisa menerapkan sila kedua dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

– Tidak membeda-bedakan orang yang ada di sekitar kita.

– Saling membantu, misalnya melakukan kerja bakti atau memberi bantuan pada korban bencana alam.

3. Pohon beringin

Lambang Pohon Beringin Pada Sila Ketiga
Lambang Pohon Beringin Pada Sila Ketiga

Pohon beringin ini melambangkan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.

Pohon beringin ini memiliki akar tunggal panjang yang menunjang pohon besar ini tumbuh.

Akar ini rumbuh sampai ke dalam tanah dan menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia.

Pohon beringin juga memiliki akar yang menjalar di mana-mana yang melambangkan sebagai negara kesatuan yang memiliki latar belakang budaya yang bermacam-macam.  

Sila ketiga ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan hal ini:

– Mencintai negara Indonesia dengan cara menjaga warisan budaya yang ada.

– Menjaga hubungan baik dengan teman-teman satu negara, meski beda suku, agama, dan bahasa.

4. Banteng

Lambang Banteng Pada Sila Keempat
Lambang Banteng Pada Sila Keempat

Banteng merupakan lambang dari sila keempat.

Banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul.

Seperti halnya musyawarah, yakni orang-orang berdiskusi dan berkumpul.

Kita bisa menerapkan sila keempat dengan melakukan beberapa hal, misalnya:

– Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.

– Tidak memaksakan kehendak kita saat bermusyawarah.

– Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

5. Padi dan kapas

Lambang Padi dan Kapas Pada Sila Kelima
Lambang Padi dan Kapas Pada Sila Kelima

Padi kapas ini melambangkan sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kapas dan padi melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan.

Diambil dari laman resmi wikipedia bahwa pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat.

Dalam pidato pembukaannya, dr. Radjiman antara lain mengajukan pertanyaan kepada anggota-anggota Sidang, “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?”

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin
merumuskan lima dasar sebagai berikut:

Peri Kebangsaan

Peri Kemanusiaan

Peri Ketuhanan,

Peri Kerakyatan, dan

Kesejahteraan Rakyat.

Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. 

Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.

Sementara itu, Ditetapkannya Tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila merupakan berawal dari sebuah Pidato yang dikemukakan oleh Bapak Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno yang pada saat itu dikemukakannya suatu dasar Negara Indonesia sebagai berikut:

Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme,

Kemanusiaan atau internasionalisme

Mufakat atau Demokrasi

Kesejahteraan Sosial

Ketuhanan yang berkebudayaan.

Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:

“Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA