Harapan Besar Dalam Kegiatan PKPR di SMA NW Jakarta.

Harapan Besar Dalam Kegiatan PKPR di SMA NW Jakarta.

Acara Pelatihan Kader Peduli Remaja (PKPR) yang telah berlangsung di SMA NW Jakarta selama tiga hari. Dimulai dari hari senin tanggal 14 sampai hari ini rabu, 16 oktober 2019. Diisi oleh tenaga ahli dari puskesmas kelurahan wilayah Penggilingan Cakung Jakarta Timur.

Kegiatan PKPR tersebut diisi oleh tenaga ahli dalam hal kesehatan. dr. Armi Naziati membahas kesehatan reproduksi, dr. Ayu Prima Dewi tentang bahaya Napza dan rokok, Yati Suciyati tentang dinamika kelompok dan P3K, Andi Maharani membahas PHBS dan kesehatan lingkungan, Istiqomah berbicara tentang pedoman pelayanan kesehatan peduli remaja, Yasni Sihombing membahas tentang gizi seimbang.

 

“Kegiatan PKPR bukan saja diselenggarakan di SMA NW Jakarta ini, melainkan hampir disemua sekolah dari SD, SMP, SMA dan SMK, dengan proses pelaksanaan digilir satu sekolah akan dapat jatah satu kali dalam dua tahun.” jelas dr. Ayu Prima Dewi selaku nara sumber diacara PKPR. Disampaikan dengan ngobrol santai bersama bpk fathi guru SMA NW, ketika menemani siswa memeriksa kebersihan kamar mandi.

Proses kegiatan PKPR dalam satu kelas diikuti oleh 30 peserta pilihan yang diharapkan mampu menularkan dan mempromosikan apa yang sudah diajarkan dari hal-hal yang terkait dengan kesehatan. Bahkan mereka diharapkan menjadi icon utama disetiap sekolah yang akan menggaungkan tentang kesehatan. Lebih dari itu, diharapkan dari pelatihan ini terbentuk Kader Kesehatan Remaja (KKR) dilingkungan sekolah Nahdlatul Wathan, yang berfungsi bukan sekedar menjadi icon, akan tetapi berperan secara langsung memberikan penanganan utama orang yang sakit sebelum dirujuk ke rumah sakit.

BACA JUGA  Wabah Covid-19 dalam Pandangan Kiyai Said Aqil Siroj

Diantara isi materi kegiatan yang diajarkan adalah bagaimana pola hidup sehat dan bersih, mengenal berbagai makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti narkoba, ganja, minuman keras dan rokok. Dijelaskan pula bagaimana menjauhi pergaulan yang merusak diri kita, seperti pergaulan bebas, tauran, kumpul kebo, dan bagaimana mengenal penyakit yang menular, serta seperti apa proses penularannya.

BACA JUGA  Kerukunan Keluarga Sasak Lombok Berau Mendukung Nama Bandara "Bandara Internasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid"

Terakhir, Ibu Yati Suciyati mewakili nara sumber yang lain menyampaikan kesan selama latihan berlangsung bersama siswa/i SMA Nahdlatul Wathan “luar biasa, ntuk anak-anaknya sopan baik rajin dan juga pada saat pelaksanaan pemberian informasi mereka sangat tanggap.”

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA