Sinar5news.com – Mataram – Anggota komisi V DPRD NTB, H Bohari Muslim dari Fraksi Partai Nasdem Dapil IV Lombok Timur. Angkat bicara persoalan nasib guru terutama guru honorer masih sangat memprihatinkan.hal itu disampaikan kepada Awak Media dikantor DPRD NTB Jalan Udayana Mataram.Kamis(20/02/2020).
“Kita sangat merasa prihatin dengan nasib guru honor kita, karena ternyata masih ada guru honorer yang di upah 150 ribu perbulan. Itupun dibayar per tiga bulan,” jelasnya.
Upah guru honorer yang masih dibawah standar, jelas Bohari akan berpengaruh pada anak didik. Pasalnya, bagaimana seorang guru yang masih memikirkan kebutuhan hidupnya akan mampu membentuk karakter anak didik. Apalagi bila mengacu pada keinginan menteri pendidikan dan kebudayaan, dimana pendidikan karakter menjadi hal utama dalam pola pendidikan Indonesia.
“Bagaimana mempersiapkan generasi berkarakter, kalau gurunya sebagai pendidik tidak memiliki karakter kuat,” tegasnya.
Untuk memiliki karakter selain soal kesejahteraan guru, hal yang perlu diperhatikan juga pembelajaran muatan lokal. Disini peran pemerintah daerah dengan leading sektor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mampu mendesain pendidikan yang terpola dengan baik.
Untuk mewujudkan hal itu, kata Bohari gubernur harus menempatkan orang yang memahami dunia pendidikan sebagai motor penggerak pendidikan di NTB.
“Tempatkan orang yang mumpuni di bidang pendidikan. Itu yang perlu dilakukan,” katanya.
Karenanya, ungkap Bohari secepatnya kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan didefinitifkan. “Kalau Kadisnya sudah definitif maka banyak kebijakan yang bisa dilakukan,” Pungkasnya.(Bul)



