Guyub Kebangsaan Setop Memecah Belah

Guyub Kebangsaan Setop Memecah Belah

 
Memaknai tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H. Momentum kita untuk bersama berjuang memperbaiki persatuan dan kerukunan ummat yang sudah menjadi cirikhas bangsa kita penuh warna berbeda adat istiadat, suku budaya. Tapi kita disatukan diikat oleh Merah Putih. Bhineka tunggal Ika adalah baju kita bangsa Indonesia. Sehingga dengan beraneka warna akan terlihat indah. Tidak dikatakan pelangi jika hanya satu warna dan bunga dalam jambangan tidak akan indah sedap dipandang mata, jika satu warna juga. Perbedaan adalah keniscayaan sebagai anugrah yang Maha Kuasa. 
 
Dalam suasana bangsa yang sedang sakit, bahkan dunia lebih dahulu terjangkit wabah covid ini. Semestinya, seluruh energi warga bangsa apapun etnis latar belakang dari bangsa manapun dia datang. Ketika masih tinggal ada disini tanah Indonesia. Harus bahu membahu bersama merajut memperbaiki semua keadaan dengan saling tolong menolong saling asah asih dan asuh.
 
Kepada sekelompok atau golongan yang masa lalu pernah bertarung dalam Pemilukada ataupun pilpres. Ketahuilah hidup ini adalah Senda gurau permainan. berada dalam perbedaan kubu atau pilihan masa itu adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Saat ini semua itu sudah berakhir. pemilu sudah berlalu, semua perbedaan pilihan harus juga sudah tamat. Kehidupan kembali normal seperti sedia kala.  Siapapun yang menang pimpinan kita semua. Karena kalah menang mesti terjadi. Itulah kompetisi.
 
Momentum hijrah ini mari kita maknai belajar menebar cinta kasih, tinggalkan amarah, kebencian,  dendam yang berkepanjangan. Stop tebar hoax, Semua sudah usai. Saat ini fokus kita semua warga bangsa memperbaiki persatuan dan kesatuan yang merupakan nilai Budi kemuliaan  ajaran leluhur harus kita lestarikan. Melestarikan budaya saling asih asah dan asuh, gotong royong, cinta tanah air adalah harga mati. Tidak ada yang boleh mengadu domba kita sebagai anak bangsa. Stop saling hujat, iri, dingki, terhadap siapapun semua kita adalah saudara. Apalagi pemimpin kita harus kita junjung tinggi dan doakan. Jangan ada lagi  kebencian yang abadi. Ini adalah penyakit jiwa tidak sesuai dengan ajaran Pancasila dan agama.
 
Dalam forum mulia ini, disaat kondisi bangsa yang sangat terpuruk adalah kewajiban kita semua warga bangsa saling menguatkan, merajut, menjaga melakukan sesuatu yang bisa kita sumbangkan walapun hanya doa setidaknya melakukan kebaikan dengan tidak sebar fitnah, hoaxs. Saling memperbaiki mawas diri, diawali dari lingkungan terdekat kita. Mari berhijrah menuju perbaikan hidup berusaha meninggalkan semua yang tidak memberi kemanfaatan. Moment untuk kita belajar memperbaiki diri, perbanyak zikir terus menerus menyebut nyebut yang Maha Allah SWT. merendahkan diri sehingga orang lain tidak akan mampu merendahkanmu. Merdeka!
 
(Forum Kebangsaan)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA