Gugus Tugas Satgas Covid-19 Lotim : 2 Positif,3 PDP dan 221 ODP

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Sekda Kabupaten Lombok Timur, Drs.H.Muhammad Juaini Taofik,M.AP memaparkan progress dan upaya-upaya yang ditempuh Pemerintah daerah dalam Penanganan Wabah Pandemi Corona Virus(Covid-19) dihadapan puluhan Awak Media yang bertugas di Lombok Timur. Yang bertempat di Ballroom Kantor Bupati. Jumat(27/03/2020).

Pada kesempatan tersebut H.M.Juaini Taofik mengatakan berkomunikasi dengan awak media sama artinya kita berkomunikasi dengan sebagian besar masyarakat Lombok timur, karena bagaimanapun fungsi media adalah sebagai katalisator pembangunan. Termasuk perang melawan Virus Corona(Covid-19) ini juga menjadi makna yang penting dan strategis.

Menurut Sekda Fokus NTB Soal Covid-19 berawal pada hari Ahad,15 Maret 2020 yang diawali dengan Rapimsus yang dipimpin Guernur dan Wakil Gubernur NTB, yang kemudian ditindak lanjuti oleh Pemda Lombok Timur dengan Rapat Koordinasi dengan semua stekhoulder pada Senin, 16 Maret 2020.

“Hasil Rakor itu Fokus Lombok Timur sebagai bagian dari NTB mengantisipasi ancaman virus itu sudah dekat,pada saat itu juga BPBD menyiapkan Bupati Lotim Surat Keputusan Tentang Siaga Darurat Bencana Non Alam atau Covid-19 sebagai dasar kita bekerja yang terhitung dari 16 Maret sampai dengan 31 Agustus atau dalam hitungan 169 hari kalender,” Ungkap Sekda.

Pada saat itu juga kita membuat Surat Edaran yang pertama kita meliburkan seluruh jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten yakni dari tingkat PAUD,TK,SD dan SMP. Karena SMA kewenangan Pemerintah Provinsi sedangkan Madrasyah menjadi Kewenangan Kantor Kementerian Agama.

Ia juga menambahkan bersamaan dengan waktu itu juga telah dibentuk Gugus Satgas Percepatan Penangana Covid-19 Lombok Timur yang pengarahnya Forkompinda (Bupati, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres,  Kejaksaan), dan Ketuanya adalah Sekertaris Daerah, Sekertarisnya adalah Kalak BPBD,dan Anggotanya Para Asisten dan beberapa OPD terkait.

BACA JUGA  Peran Putri Indonesia Insyallah akan bisa Memberi Kontribusi Pembangunan bagi NTB,

H.M.Juaini Taofik Juga menjelaskan bahwa sampai saat ini yang positif terpapar Covid-19 di Lombok Timur ada 2 orang dan masih dalam isolasi. Kemudian 4 Pasien Dalam Perawatan(PDP) tapi 1 orang sudah dipulangkan,sehingga masih 3 orang yang PDP dan 221 Orang Dalam Pemantauan(ODP).

Langkah-langkah kongkrit yang dilaksanakan oleh Pemerintah adalah karena focus kita sudah jelas dimana sumber masalah kita atau tempat awal. Walaupun secara medis dikatakan virus ini adalah virus bawaan.

“Artinya Pasien yang positif ini sudah pasti telah melakukan perjalanan dan pernah ke Jakarta, tetapi konak terakhirnya pada saat dia dijemput dari ponpes itu lalu dirawat atau diisolasi di RSUD sehingga tercatat tanggal 17 Maret 2020,” Imbuhnya.

Yang dilakukan ditingkat awal adalah melakukan social traccing terhadap seluruh kontak pertama sampai kontak kedua dari pasien tersebut. Dalam rapat yang dipasilitasi oleh efidemologi Dinas Kesehatan Provinsi,tercatat 100% kontak pertama sudah didapatkan, dan kontak kedua juga sudah terdata. sehingga kita sedikit agak tenang.

“Kontak Pertama diserahkan perwatannya ke RSUD dan Kontak Kedua diserahkan penanganannya ke Puskesmas. Karena Kontak pertama itu lebih berat derajat penularannya daripada kontak kedua,”Terangnya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 lombok timur juga menyampaikan pihaknya sudah mulai mempersiapkan ruang isolasi di RSUD Selong dengan 5 Bad yang kemaren hanya 3 bad, dan akan tarus ditambah hingga 20 sampai 40 bad. Untuk mendukung ruang isolasi yang layak di RSUD Selong telah dilakukan Re Alokasi Anggaran Rp.10 milyar yang diarahkan untuk RSUD Selong yang menjadi salah satu RSU Rujukan di NTB untuk penanganan Covid-19.

“Untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang terburuk,angka terus bertambah karena virus itu sudah ada didaerah kita, tapi mudah-mudahan jangan terjadi. Dimana jumlah penderita terus bertambah misalnya, maka Rumah Sakit Umum(RSU) Labuhan Haji menjadi RS tambahan juga isolasi pasien Covid-19 tersebut,” Imbuhnya.

BACA JUGA  Polsek Sakra Barat Motivasi Masyarakat Menjaga Ketahan Pangan Di Era Covid-19

Untuk mengantisipasi kedatangan warga Lombok timur yang pulang dari luar negeri baik TKW atau TKI dan propesi lainnya Pemkab.Lotim akan membentuk Posko di Bandara Interansional Zainuddin Abdul Majid.untuk mendeteksi warga yang masuk dari Luar Negeri maupun Luar Daerah. Karena data di Disnaker Lotim per 25 Maret 2020 jumlah Buruh Migran yang pulang ke Lombok Timur 1.834 orang.
Untuk itu Ketua Gugus Tugas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Lombok Timur yang Juga Sekda Lotim, menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi apa yang anjurkan oleh pemerintah. Dan bagi warga Lombok timur yang baru pulang dari Luar Negeri atau Luar Daerah agar memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat, baru lakukan kontak dengan keluarga. Hadir pada acara tersebut,Selain Sekda juga Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Ahmad Masfu,MM,Asisten Drs.H.Sahabuddin.MM , Kabag PKP dan dari Dikes Lombok Timur.(Bul)