Grup Paduan Suara Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta Intensif Berlatih Sambut Halal Bihalal Keluarga Lombok se-Jabodetabek
JAKARTA – Menjelang perhelatan akbar silaturahmi masyarakat NTB di perantauan, suasana di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta tampak semakin dinamis. Grup paduan suara yang terdiri dari jajaran guru TK, SD, SMP, dan SMA NW Jakarta terus melakukan latihan intensif setiap hari untuk memberikan penampilan terbaik pada acara Halal Bihalal mendatang.
Rapat Koordinasi Matangkan Persiapan
Sebagai bagian dari pemantapan acara, panitia pelaksana menggelar Rapat Koordinasi malam ini, Senin (20/04), bertempat di Kantor Penghubung NTB/Wisma NTB, Jalan Garut No. 5, Menteng, Jakarta Pusat. Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Himalo, Bapak Karman, bersama jajaran panitia lainnya termasuk Seksi Acara dan Kehumasan, Ust. H. Husni Haris.

Dalam pertemuan tersebut, pihak panitia melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Penghubung NTB, Dr. Lalu Sukarman. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan dan komitmen kuat dari pihak Wisma NTB untuk mendukung penuh kesuksesan gelaran yang akan mempersatukan warga diaspora Lombok di wilayah Jabodetabek tersebut.
Sinergi Organisasi dan Pelestarian Budaya
Acara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026 ini merupakan kolaborasi besar antara tiga organisasi utama: Himalo (Himpunan Masyarakat Lombok), Garda Sasak Indonesia (GSI), dan Laskar Sasak Indonesia (LSI). Target peserta yang akan memadati pelataran Ponpes NW Jakarta diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.
Grup paduan suara tuan rumah telah menyiapkan penampilan istimewa dengan melantunkan lagu-lagu bermakna mendalam karya Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yaitu Pacu Gamaq dan Ahlan Biwafdi Zairin. Tak hanya itu, lagu populer Kadal Nongak karya autentik masyarakat Lombok juga akan dibawakan dengan aransemen yang menyentuh kalbu.
Pesan Moral di Balik Lantunan Lagu
Harapan dari panitia, kehadiran lagu-lagu berbahasa Sasak ini dapat memberikan warna baru serta membangkitkan kesadaran akan nilai-nilai luhur budaya. Lirik-lirik tersebut mengandung pesan moral yang sangat tinggi tentang hakikat hidup untuk beribadah, menjaga akhlak, serta mempersiapkan iman dan amal saleh.
Momentum Halal Bihalal ini diharapkan menjadi ajang yang sangat berkesan dan mengharukan, mempererat nilai kebersamaan dalam persaudaraan yang diikat oleh rasa saling mencintai antar sesama diaspora Lombok yang telah lama berada di tanah rantauan. (Redaksi media SinarLIMA)



