Sinar5news- Bali- Penguatan sistem keuangan adalah arena persaingan sistem ekonomi Global. Inggris dengan kekuatan kepastian hukum dan Amerika dengan kekuatan pasar modalnya. Keduanya telah memenangi drama persaingan dalam beberapa dekade.
Untuk mendapatkan uang lebih, suatu negara harus menarik investasi. Agar investor tertarik, dibutuhkan 3 syarat utama: (1) Konsistensi kebijakan, (2) birokrasi yg efisien dan (3) kepastian hukum.
Sejak proklamasi kemerdekaan di bacakan, Indonesia belum memiliki ketiga syarat tsb. Baru pada masa Presiden Prabowo impian itu akan segera menjadi kenyataan.
Pusat keuangan internasional Indonesia atau _Indonesian International Financial Center (IIFC)_ di Kabupaten Badung Kecamatan Kuta Selatan Kelurahan Benoa Bali yg terintegrasi dengan *Kawasan Ekonomi Khudus (KEK) Sanur yg dirancang sbg pusat kesehatan dunia dan KEK Kura-kura Bali (pulau Serangan/Sera Village) akan segera beroperasi sekitar tahun 2027-2028* dengan luas lahan sekitar 100 hektar lebih, lokasinya bersebrangan dengan Benoa Port dan hilir mudik Kapal Pesiar raksasa dari seluruh penjuru dunia.
Selama dua hari (23 dan 24 Agustus 2026) penulis melakukan _field research_ dilokasi tempat dibangunnya IIFC ini.
Luar biasa….!!!
Penulis yakin IIFC akan mampu mengalahkan Marina Bey Singapura, IFC Hongkong, IFC Zurich dan _Dubai International Financial Center (DIFC)_ yg telah didirikan sejak tahun 2004.
Dubai IFC telah menjadikan Dubai (salah satu Emirat di negara UEA) sebagai pusat keuangan dunia. Dengan modal insentif pajak dan kepastian hukum maka investasi mengalir deras masuk ke Dubai. Hingga saat ini terdapat 8.800 perusahaan asing, seribu lebih lembaga keuangan internasional, 300 lebih Perbankan International dll di Dubai IFC.
Di Indonesian IFC sama dengan di Dubai IFC, akan memiliki _Special Financial Jurisdiction_ yaitu wilayah yg memiliki hukum tersendiri, pengadilan tersendiri, aturan pajak tersendiri, sistem arbitrase internasional dan regulasi lain yg tidak terikat oleh regulasi Indonesia atau Bali.
____________
Daulat Financial
Dengan beroperasinya IIFC, Indonesia telah memproklamirkan diri sebagai pusat keuangan dunia yg akan dapat melebihi Swiss, Singapura, Hongkong dan Dubai, karena Indonesia dibandingkan dengan 4 pusat keuangan dunia tsb memiliki kelebihan SDA, Demografi, Geografi dan Sosbud.
Dana investor asing akan mengalir deras dari manusia-manusia super kaya dunia; _ultra-hight – nets – worth Individuals (UHNWIs)_ atau _crazy rich_ planet ini, termasuk Elon Musk pendiri SpaceX dan mobil hibrid Tesla yg memiliki kekayaan 1 Triliun U$D/Rp.17.000 triliun lebih (awal 2026) akan berinvestasi disini.
Kedaulatan Financial pada IIFC akan menambah kekuatan Indonesia sebagai negara berdaulat dibidang ekonomi. Dengan regulator Independen, kawasan IIFC akan menjadi “negara dalam negara” bidang keuangan yg disutradarai Pemerintah Indonesia (Danantara).
Melalui Indonesian IFC dana investasi internasional dapat langsung masuk ke Indonesia tanpa harus melalui Singapura, Dubai, Hongkong atau Swiss.
Dengan penguasaan sektor keuangan yg kuat, Indonesia akan mampu memiliki *pendapatan per kapita melebihi USD98.000 (Singapura) meningkat dari saat ini yg hanya USD 5.000.*
Mari kita songsong drama persaingan keuangan duniawi ini.
Gerakan Keuangan Syariah jangan tertinggal maning.





