Forum Jurnalis Lombok Timur(FJLT) Terbentuk, Sebagai Wadah Pemersatu Wartawan Lombok Timur NTB.

banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Timur – Wadah tempat bergabungnya tidak kurang dari 49 orang Insan Pers yang bertugas di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) baik wartawan Media Cetak, Elektronik maupun Online, telah terbentuk melalui Musyawarah Besar yang diselenggarakan pada Sabtu 25 Januari 2020. Dalam musyawarah tersebut terjadi perdebatan yang sangat alot oleh masing-masing peserta dalam pembahasan AD/ART. 

 Setelah melalui perdebatan yang sengit akhirnya semua pembahasan dapat terselesaikan dengan mupakat melalui aturan dasar organisasi yang disebut Garis – Garis Besar Haluan Organisasi(GBHO) sehingga wadah tersebut sepakat diberi nama Forum Jurnalis Lombok Timur(FJLT) dengan masa tugas 2 tahun.

Iklan

 Dalam musyawarah tersebut juga telah menetapkan pengurus FJLT  Masa Bakti 2020 – 2021 secara aklamasi dengan mengakomodir perwakilan Media Cetak,Elektronik dan Media Online. Ketua Rusliadi (Wartawan Suara NTB) Sekertaris Dedy Satriawan( Wartawan Gema Lombok.com) dan Bendahara Rahman Firdaus( Wartawan Selaparang TV)  Pada kesempatan tersebut juga, telah ditetapkan 5 orang Tim Penasehat.

Dalam keterangan persnya, Rusliadi Ketua Terpilih  menuturkan bahwa FJLT merupakan upaya untuk mewujudkan persatuan seluruh wartawan di Lombok Timur dalam satu wadah. Tentunya tanpa bersinggungan dengan organisasi kewartawanan yang merupakan wadah resmi wartawan bersangkutan.

“Forum ini bertujuan untuk mempersatukan wartawan yang bertugas di Lombok Timur. Yang selama ini terkesan terkotak-kotak,” ucap Rusli.

Menurutnya, meskipun wartawan yang tergabung dalam FJLT banyak yang telah tergabung dalam organisasi pers, namun hal itu menjadi nilai tambah untuk memperkuat keberadaan FJLT.

“Meskipun identitas keorganisasian itu tetap melekat, tapi kami yakin itu justru positif. Karena ini wadah komunikasi kita antar jurnalis,” tandasnya.

Melalui FJLT, wartawan yang bertugas di Lombok Timur akan mudah teridentifikasi. Dikarenakan akan ada upaya menginventarisir nama-nama wartawan, yang wilayah penempatannya di Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA  Berguru pada Taqdir Oleh: Dr. Haji Harapandi Dahri

“Hingga saat ini, anggota kita yang terdata ada 49 orang. Kemungkinan ini akan terus bertambah. Mengingat perkembangan media sekarang ini, terutama online yang begitu pesat,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan FJLT juga diharapakan dapat meningkatkan kapasitas wartawan sebagai pilar ke-empat dalam Demokrasi. Sehingga wartawan Lombok Timur dapat bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan Undang-undang Pers Nomer 40 Tahun 1999.

“Kedepannya, kita harap tidak ditemukan lagi wartawan Lotim yang bertindak tidak sesuai dengan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” harap wartawan Suara NTB tersebut.

Selanjutnya, pengurus FJLT akan menggelar pertemuan bersama Dewan Penasehat untuk merumuskan berbagai rancangan program kerja FJLT kedepannya.(Bul)