ETIKA MENYAMBUT TAHUN BARU 2020

banner post atas

Sinar5news.com – Tidak lama lagi kita akan meninggalkan tahun 2019 dan memasuki tahun baru 2020. Mayoritas umat manusia didunia ini begitu gembira, semangat dan penuh antusias menyambut pergantian tahun, walaupun harus menunggu sampai pukul 12.00 malam. Dengan berbagai cara mereka meluapkan kegembiraannya, ada yang membakar kembang api, ada yang membakar petasan, ada yang meniup terompet, ada yang berjoget riya, ada yang bakar ayam bahkan ada yang berzina dan mabuk-mabukan, na’udzubillah. Itulah pemandangan yang lazim kita lihat pada malam puncak pergantian tahun baru

Tidak dapat dipungkiri memang, malam pergantian tahun baru adalah suatu momentum yang sangat berharga, sehingga mereka menyambutnya dengan sikap yang berlebih-lebihan (over acting). Selalu ada saja korban yang ditimbulkan dari sikap over acting tersebut. Sebut saja misalnya di Jawa Timur, menyambut tahun baru 2019 terjadi kecelakaan maut.

Nasib nahas menimpa seorang pemuda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur bernama Anto (27). Ia tewas di saat malam pergantian tahun. Anto diketahui tewas usai menabrak sebuah truk trailer di jalur Pantura di Kabupaten Tuban pada Senin (31/12/2018) malam.

Iklan

Dalam Islam tidak ada satu kegiatan sekecil apapun, kecuali dilakukan dengan cara-cara yang dibenarkan menurut ajaran syariat Islam, sehingga mendatangkan manfaat bagi diri dan orang lain. Apalagi ini menyambut tahun baru, acaranya super akbar dari Sabang sampai Merauke hampir semua orang menyambutnya, mestinya mereka menyambutnya dengan sesuatu yang bermanfaat seperti dengan banyak berdzikir, memohon ampun, berdoa dan bermuhasabah karena banyaknya korban akibat gempa, banjir, tanah longsor dan lain-lain yang terjadi di Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 1.586 bencana telah terjadi di Indonesia sejak Januari hingga April 2019. Jumlah ini meningkat 7,2 persen dibanding 2018.

BACA JUGA  MENGGUGAT SISTEM KEPEMIMPINAN DIKOTOMI ETNIS

Oleh karena itu alangkah bijaknya jika para pemimpin di negeri ini, mulai dari presiden, gubernur, bupati, wali kota, lurah sampai ketua RW dan RT menghimbau rakyatnya agar menyambut pergantian tahun baru dengan sesuatu yang bermanfaat.

Kalau tidak, dapat dipastikan akan terjadi pemborosan besar-besaran. Dalam waktu sekejap, entah berapa miliar uang habis dengan sia-sia membakar kembang api. Ingatlah dalam Al Quran disebutkan bahwa Allah melarang keras perilaku boros dan perilaku boros itu termasuk bagian dari saudaranya setan (Al Isra 17:27). Belum lagi suara petasan yang sangat berisik, dapat mengganggu orang-orang sakit dan bayi-bayi yang ada disekitarnya. Ini adalah perilaku zhalim yang nyata tanpa disadari.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Artinya, “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al Isra 17:27)

Semoga dalam menyambut tahun baru 2020 ini, semua kita menyambutnya dengan hal-hal yang bermanfaat, agar Indonesia menjadi negara yang penuh berkah atau dalam istilah Al Quran, “Baldatun thayyibatun warabbun ghafuur”. Aamiin.

Tulung Agung, 4 Rabiul Awal 1441 H/31 Desember 2019 M

Penulis : Marolah Abu Akrom