Sinar5news.com – Lombok Timur – Perjalanan Ummi Rohmi menapaki tangga politik pilkada NTB 2024 ini sudah diupayakan dijegal dengan cara-cara yang tak elok oleh dua paslon lainnya, Zul dan Iqbal. Kita akan dengan jelas melihat jejak-jejak jahat tersebut di media sosial. Mulai dari upaya Iqbal memborong semua partai agar Ummi Rohmi gagal maju sebagai calon gubernur NTB, hingga upaya menggelitik tapi menggelikan si Zul menyeret-nyeret TGB ke dalam pusaran permainan politik.
Tapi sayang sekali mereka gagal di ronde pertama tersebut, Ummi Rohmi akhirnya melenggang ke gelanggang politik Pilkada didukung secara resmi oleh tiga partai: Perindo, PDI-P, dan PKB. Lalu kemudian diikuti pula oleh Partai Ummat. Secara resmi pula Ummi Rohmi berpasangan dengan Musyafirin, bupati Kabupaten Sumbawa Barat dua periode.
Apakah dengan segala upaya jahat si Zul dan Iqbal itu membuat Ummi Rohmi menyerang balik? Ternyata tidak. Tidak akan kita temukan di media sosial jejak Ummi Rohmi mengganggu dua paslon lainnya dengan serangan narasi-narasi yang tidak elok atau jahat. Ummi Rohmi justru fokus berkunjung dari desa ke desa, memperkenalkan visi misi, mendengarkan keluhan masyarakat, semua dengan semangat fastabiqul khoirot.
Nampaknya Ummi Rohmi menyerapi betul semangat kakeknya yang merupakan Pahlawan Nasional itu, Almagfurullah Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, “perjuangan Agama dan Bangsa dalam satu tarikan napas.”
Hingga saat ini Ummi Rohmi terus diapresiasi oleh berbagai kalangan masyarakat pada setiap kunjungan ke pelosok-pelosok. Begitu pula dengan pasangannya, Musyafirin, yang kian intens mengunjungi masyarakat di desa-desa. Kenapa desa? Ya karena jelas dalam keterangan visi mereka, pembangunan yang akan dijalankan akan berangkat dari desa.
“Kebutuhan-kebutuhan mendasar warga yang akan jadi fokus kami, seperti tidak boleh ada anak yang putus sekolah, tidak boleh ada warga yang kesusahan akses layanan kesehatan. Tapi bukan berarti isu-isu besar lainnya tidak kami berikan perhatian,” jelas Ummi Rohmi dalam beberapa kesempatan wawancara.
Tapi ternyata politik jahat itu tak juga berhenti rupanya. Zul yang Nampak mengemis-ngemis elektablitas dengan mengandalkan sosok TGB masih terus menjalankan niatnya. Dan akhirnya hal ini berbuah kekisruhan dengan beredarnya video wawancara 18 menitan TGB dengan Suara NTB. Padahal, tak ada satu pun hal yang baru yang disampaikan oleh TGB di dalam video itu. Mulai dari penegasan bahwa NWDI yang secara organisasi tidak mendukung calon tertentu hingga individu TGB yang punya pandangan perihal pentingnya dua periode.
Jelas, bagi paslon yang panik akan elektablitas akan mempolitisir segala yang keluar dari pernyataan TGB, tanpa pernah memperhatikan dengan seksama substansi pernyataan-pernyataan TGB. Belum pula mereka tak akan peduli bahwa upaya ini justru akan mengganggu hubungan baik Zuriyat.
Sekarang menjadi jelas, Ummi Rohmi menjadi perempuan satu-satunya yang dikeroyok ramai-ramai oleh dua paslon gubernur lainnya, khususnya oleh pasangan Zul-Uhel yang memang jago dalam urusan ‘mengakal-akali’ perempuan. Kita mafhum sajalah.
Namun, Ummi Rohmi, dengan segala serangan itu bukannya melemah, tapi terus membangun kekuatan dari bawah, megelola pasukan yang solid dan terogranisir.(Penulis Eko Rahadi,SH Ketua Forum Rakyat Bersatu Lombok Timur)



