Dunia Yang Fana’ Ini Tidak Dapat Menampung Pahala Amal Salehmu Dan Kenikmatan Yang Diberikan Tuhanmu

banner post atas

 

Ibn Atha’illah Al-Iskadari berkata:
“Allah menjadikan negeri akhirat sebagai tempat memberi balasan kepada para hamba-Nya yang beriman karena dunia ini tidak bisa menampung balasan yang Dia kehendaki kepada mereka. Juga Allah hendak memuliakan mereka dengan tidak mau memberikan balasan di negeri yang tidak kekel ini.”
Alangkah indah dan dalam kalimat hikmah Ibnu Atha’illah, dalam pesan hikmahnya yang ke-72 itu, yang saya kutip di dalam bukunya, Terjemah al-Hikam, hal. 105.

Lakukanlah amal saleh di dunia ini sebanyak-banyaknya atas dasar iman dan ikhlasmu hanya kepada Allah. Laksanakanlah semua yang diperintahkan oleh Allah, baik yang wajib maupun yang sunat dan tinggalkan semua yang dilarang oleh Allah. Tingkatkanlah dirimu dalam melaksanakan amal-amal yang disunatkan. Karena amal-amal sunat itulah yang paling banyak jumlahnya. Lakukanklah semua amal itu dengan ridhamu untuk mendapatkan ridha dan rahmat Allah. Yakinlah bahwa dengan amal salehmu engkau selalu mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah.

Iklan

Semua balasan dari seluruh kebaikan yang kamu lakukan tidak dapat diberikan oleh Allah balasannya ketika engkau masih berada di dunia ini. Semua balasan amalmu itu akan diberikan oleh Allah di akhirat. Mengapa Allah menunda pemberian balasannya, karena dua alasan, menurut Ibn Atha’illah:

1. Dunia ini terlalu sempit untuk menampung segala kenikmatan indrawi dan maknawi. Dunia terlalu sempit untuk menampung semua pahala amal hamba-hamba Allah. Sedangkan akhirat adalah tempat yang sangat luas untuk menampung pahala kebaikan hamba-hamba-Nya dan tempat yang sangat luas untuk menikmati balasan amal saleh itu. Bisa Anda bayangkan, menurut hadis Rasulullah, di akhirat nanti Allah memberikan kepada setiap mukmin sebuah kerajaan yang luasnya sepanjang perjalanan selama 70 tahun.

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Selasa 16 Robiul Sani 1442

2. Dunia ini tidak dapat dijadikan tempat untuk memberi balasan atas pahala amal saleh yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah karena dunia ini penuh dengan kekurangan, kelemahan, keterbatasan, kerendahan, dan kehinaan. Tidak pantas pahala yang begitu mulia bagi hamba-hamba-Nya itu diberikan di tempat yang penuh dengan kekurangan, kelemahan, keterbatasan, kerendahan, dan kehinaan. Oleh sebab itulah, Allah menunda pemberian pahala dan balasan atas amal-amal saleh dari orang-orang mukmin itu di Surga-Nya karena surga adalah tempat yang sangat luas dan tempat yang penuh dengan kemuliaan, kebahagiaan, dan kenikmatan. Allah ingin memberikan balasan pahala amal mereka bukan di tempat yang tidak kekal seperti dunia ini, tetapi Allah ingin membalasnya di tempat yang kekal abadi, agar menikmatinya kekal abadi di tempat yang kekal dan tempat yang tidak memiliki akhir.

3. Rahmat Allah yang diturunkan kepada dunia ini seluruhnya dan dunia bersama semua isinya, termasuk untuk manusia terlalu sedikit, yaitu hanya 1% dari 100% rahmat yang disiapkan oleh Allah. Kalau Allah memberikan balasan pahala dengan 1% rahmat-Nya tidak akan dirasakan nikmatnya oleh hamba-ham-Nya yang beriman. Di akhirat nanti Allah akan melimpahkan 99% yang tersisa itu untuk seluruh umat manusia dan hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Dengan persentase rahmat itu, hamba-hamba yang beriman akan menikmati balasan amalnya dengan sangat luar biasa dengan kenikmatan 99 kali lipat dari kenikmatan dunia yang pernah dialaminya.

4. Selamat menikmati bacaannya dan selamat beramal saleh untuk meraih balasan pahalanya di tempat yang sangat luas, tidak berkekurangan, tempat yang penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan, dan keabadian.

Dikutip dan dikomentari oleh Ahmad Thib Raya. Jakarta-Matraman, Kamis malam, 11 Juni 2020.

BACA JUGA  Fî ‘Uqûbat Târiq al-Shalât (Siksa Bagi Orang yang Meninggalkan Salat)