DPIM Optimis Aktivitas Bisnis Investor Malaysia di NTB Segera Terealisasi

DPIM Optimis Aktivitas Bisnis Investor Malaysia di NTB Segera Terealisasi

Sementara itu, Dato Syahril Abdullah dan Puan Azizah Abdul Rahman juga tertarik mengembangkan bisnis investasi di Pulau Lombok pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan melalui aktivitas busnis pengembangan kawasan hutan sebagai destinasi wisata dengan demikian hutan tidak akan dirusak oleh masyarakat.

Demikian pula, Datin Sri Lusiana Susanti Pengusaha Malaysia yang berpengalaman di Bidang Usaha Perdagangan ini tertarik melebarkan sayap bisnisnya di Lombok untuk produk – produk hasil usaha kecil dan menengah (UMKM). Selanjutnya, Pengusaha Burhanuddin Yusuf tertarik berbisnis dibidang peternakan dan kesehatan hewan, khususnya budidaya ternak sapi di Kabupaten Sumbawa.

Sahar juga menjelaskan bahwa fokus DPIM setelah IoU adalah implementasi rencana, salah satunya yakni di bidang lingkungan mengenai pengelolaan sampah. “Setelah ini fokus projek adalah pelaksanaan projek pengelolaan sampah dengan menggunakan mesin yang berinovasi tinggi yang dibuat oleh para desainer Malaysia yang akan diantarkan sample mesin sebanyak satu buah unit dengan harga $100.000” tuturnya.

Pang Swee Lei yang merupakan Executive Director Perusahaan PAMARAI yang merupakan designer mesin pengelolaan sampah menjelaskan bahwa mesin tersebut telah tersebar di 13 negara termasuk filipina, singapura, kamboja dan Indonesia. Mesin ini akan mengelola berbagai samaph, kecuali sampah kaca, besi dan batu.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA