Sinergi dan Khidmat, Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta Gelar Apel Hari Pertama Sekolah dan Serah Terima Siswa Baru
JAKARTA, sinar5news.com – Suasana khidmat dan penuh disiplin mewarnai halaman kampus Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta pada hari ini, Senin, 13 Juli 2026. Seluruh lembaga pendidikan mulai dari MD, TK, SD, SMP, SMA, hingga Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta secara serentak melaksanakan Apel Hari Pertama Masuk Sekolah tahun pelajaran 2026/2027.
Berdasarkan pantauan langsung awak media sinar5news.com di lokasi, kegiatan apel pagi ini berjalan dengan sangat baik, lancar, dan tertib. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kesiapan matang para pengelola, mulai dari jajaran kepala sekolah hingga dewan guru yang saling bersinergi. Kedisiplinan tinggi juga ditunjukkan oleh para siswa-siswi terpilih yang bertugas sebagai pelaksana apel, sehingga penampilan mereka yang memukau turut mengundang decak kagum dari seluruh peserta dan wali murid yang hadir.
Laporan Ketua Panitia SPMB 2026/2027: Jalur Langit dan Rekapitulasi Sementara Siswa Baru
Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Ust. Arif Usman, S.Pd., menyampaikan laporan resminya. Beliau menegaskan bahwa hari pertama ini merupakan langkah awal yang suci untuk menyambut para santri dan peserta didik baru, sekaligus menjadi momentum penyerahan anak didik dari orang tua kepada pihak yayasan.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini kita berkumpul dalam rangka serah terima murid baru tahun pelajaran 2026/2027. Kami mendoakan agar putra-putri kita yang belajar di bawah naungan yayasan ini menjadi anak-anak yang alim, saleh, salehah, bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa, serta mampu membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya di dunia dan akhirat,” ujar Ust. Arif Usman.
Beliau juga memaparkan bahwa kerja keras panitia telah dimulai secara fisik sejak Januari 2026, yang diiringi dengan doa spiritual tanpa henti (jalur langit). Mengingat pendaftaran masih dibuka hingga 30 Juli 2026, Ust. Arif menyampaikan rekapitulasi data sementara siswa baru yang telah terdaftar sebagai berikut:
| No | Lembaga Pendidikan / Satuan Pendidikan | Jumlah Siswa Sementara |
|---|---|---|
| 1 | Madrasah Diniyah (MD) | 5 Siswa |
| 2 | TK Islam Nahdlatul Wathan Jakarta | 16 Siswa |
| 3 | SDI Nahdlatul Wathan Jakarta | 42 Siswa |
| 4 | SMP Nahdlatul Wathan Jakarta | 91 Siswa |
| 5 | SMA Nahdlatul Wathan Jakarta | 25 Siswa |
| 6 | Pondok Pesantren (Putra & Panti Asuhan) | 15 Siswa |
| Total | Keseluruhan Siswa Baru Sementara | 194 Siswa |
Selain itu, Ust. Arif menginformasikan adanya Program Kelas Khusus Tahfidz untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini memiliki kelas terpisah dan telah bekerja sama dengan beberapa rumah tahfidz di wilayah Depok, Bekasi, serta Jakarta. Pihak panitia juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan para wali murid serta memohon maaf yang mendalam jika terdapat kekurangan dalam pelayanan selama proses pendaftaran.
Arahan Ketua Yayasan: Guru adalah Pelayan Umat, Stop Perundungan, dan Jaga Keberkahan
Acara dilanjutkan dengan sambutan dan arahan mendalam dari Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ.

Dalam arahannya, Beliau menekankan filosofi penting mengenai posisi seorang pendidik. Terinspirasi dari keteladanan para Nabi dan Ulama, beliau menegaskan bahwa guru dan pengelola yayasan adalah pelayan umat, bukan raja di hadapan murid-muridnya.
“Jika kita melayani siswa-siswi kita dengan baik dan tulus ikhlas, maka ilmunya akan mengalir dengan jernih seperti air gunung yang mengalir ke sungai, memantulkan cahaya di dalam hati anak-anak agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” pesan Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ.
Beliau juga menitipkan beberapa pesan krusial kepada para wali murid dan siswa:
-
Sinergi Wali Murid dan Sekolah: Menghimbau wali murid untuk bijak dalam menggunakan teknologi. Jika ada kekurangan dari guru atau sekolah, harap diselesaikan langsung secara baik-baik dengan kepala sekolah dan tidak mengumbarnya ke media sosial (seperti YouTube, Instagram, Facebook dan WA), demi menjaga marwah guru dan keberkahan ilmu sang anak.
-
Tolak Keras Perundungan (Bullying): Beliau dengan tegas melarang keras segala bentuk aksi perundungan di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. “Kita di sini semua bersaudara. Yang besar menyayangi yang kecil, dan yang kecil menghormati yang besar. Tunjukkan akhlak muliamu sebagai umat Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
-
Masa Depan Bangsa: Beliau memotivasi para siswa baru agar belajar dengan giat, meniru hal-hal baik, dan membuang hal-hal buruk. Keberhasilan dan kemajuan lembaga ini berada di tangan ketulusan wali murid, dedikasi guru, serta kedisiplinan siswa.
Menutup sambutannya, Ketua Yayasan mendoakan agar seluruh santri dan siswa, baik yang baru maupun yang lama, senantiasa diberikan kesehatan walafiat dan keberkahan ilmu. Beliau mengingatkan bahwa masa depan bangsa ada di pundak anak-anak ini.
“Kita tidak pernah tahu nasib manusia ke depan. Bisa jadi 20 atau 30 tahun lagi, anak-anak yang lulus dari Nahdlatul Wathan ini ada yang menjadi menteri, pengusaha besar, bahkan menjadi Presiden. Kami para guru adalah pelayan yang mempersiapkan dan akan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan negara ini kepada kalian. Maka dari itu, rajin-rajinlah belajar,” pungkasnya memotivasi.
Serah Terima Santri Baru dan Penandatanganan Kesiapan Pengelolaan Unit
Setelah selesai sambutan dan pengarahan dari Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima santri dan siswa baru secara simbolis dari pihak yayasan kepada salah seorang wali murid. Pada kesempatan ini, wali murid diwakili oleh Ust. Rusdi Sofyan Akbar, M.Pd, yang juga merupakan Pimpinan Pondok Tahfidz Al Akbar Cinere, Gandul, Depok, Jawa Barat. Beliau mempercayakan dan mendaftarkan para santrinya untuk ikut menuntut ilmu di bawah naungan Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta.

Suasana semakin khidmat saat acara memasuki agenda penandatanganan kesiapan mengelola masing-masing unit sekolah. Penandatanganan ini dilakukan oleh para kepala sekolah yang memimpin tiap satuan pendidikan di lingkungan yayasan, mulai dari Madrasah Diniyah (MD), TK, SD, SMP, SMA, hingga Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Agenda ini menegaskan komitmen penuh dan kesiapan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh para kepala sekolah demi menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas pada tahun ajaran baru ini. (Red/Amr)





