Di Lotim : Tidak Ada Penimbunan Bahan Pokok,Akibat Issu Wabah Virus Corona.

0
279
Foto : Mirza Sophian,SP ( Kepala Bagian Perdagangan,Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lombok Timur-NTB)
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) Mirza Shopian,SP menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada ditemukan upaya penimbunan bahan Kebutuhan Pokok Masyarakat terkait issu Wabah Virus Corona. Hal itu disampaikan kepada Wartawan diruang kerjanya di Lantai 5 Kantor Bupati. Rabu(18/03/2020).

“Sampai saat ini ada penimbuhan bahan kebutuhan pokok masyarakat yang kami temukan karena kita ini kan produsen, dan pemantauan terus kita lakukan di 10 Pasar, dan yang memantau langsung adalah Kepala Pasar yang ada disana,”Ungkap Shopian.

Sedangkan terkait dengan harga Beras,Gula dan Minyak Goreng yang saat ini sedang harganya naik di Lombok. Memang dibenarkan oleh Mirza Shopian, karena Beras harganya naik karena petani belum panen karena terlambat nanam padi.

Iklan

“Memang harga beras saat ini mengalami kenaikan, disebabkan karena musim tanam yang mundur, yang semula musim tanam petani kita pada bulan September dan oktober mundur menjadi bulan Januari disebabkan karena musim hujan terlambat,dan memang harga-harga cenderung naik kalu sudah mendekati bulan puasa,” terangnya.

Sementara itu Gula dan Minyak Goreng juga mengalami kenaikan harga, disebabkan karena pasokan kita berasal dari daerah lain sehingga harga gula dan minyak gorieg ini mengalami kenaikan.

“Untuk mengatasi kenaikan harga gula dan minyak goring ini, kita sudah melakukan operasi pasar beberapa minggu yang lalu dilapangan tugu selong. Dan kami bersama Disprindag Provinsi sudah menjadwalkan untuk melakukan operasi pasar pada hari senen dan selasa besok. Hanya saja keluar Surat Edaran yang tidak memperbolehkan kita untuk mengumpulkan orang banyak, sehingga dengan terpaksa jadwal itu kami undurkan,” Paparnya.

Insya Allah nanti kita akan jadwalkan setelah 14 hari kedepan,dan memang kenaikan harga itu cukup signipikan terutama pada gula yang semula harganya Rp.14.000 sampai dengan 15.000 naik menjadi Rp.17.000 sampai dengan Rp.18.000 per kilogram.(Bul)