Dewan Ulama senior Al-Azhar keluarkan ketentuan Idul Fitri

banner post atas

Sinar5news.com – Dewan Ulama Senior Al-Azhar mengeluarkan pernyataan tentang ketentuan sholat Idul Fitri sehubungan dengan berlanjutnya wabah virus Corona. Pernyataan ini disampaikan pada laman resmi Facebook Al-Azhar(17/5)

Dalam pernyataanya, lembaga yang menjadi rujukan muslim sunni dunia ini menyampaikan kepada seluruh umat muslim di seluruh dunia, perihal hukum-hukum yang berkaitan dengan shalat Idul Fitri di tengah masa pandemi Covid-19. Dewan Ulama Senior Al-Azhar ini antara lain menegaskan kebolehan mendirikan shalat Idul Fitri di rumah dalam rangka antisipasi pencegahan wabah ini.

Berikut adalah isi lengkap pernyatan Dewan Ulama Senior Al-Azhar :

Iklan

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada junjungan kita, Baginda Rasulullah SAW.

Dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

1. Masih berlangsungnya penyebaran infeksi Covid-19, ditambah merebaknya informasi medis bahwa bahaya sebenarnya dari virus ini adalah kemudahan dan kecepatan penyebarannya, dan bahwa bentuk pertemuan, perkumpulan dan kerumunan massa merupakan penyebab langsung penularan virus ini.

2. Mengingat bahwa syariat Islam bertujuan mewujudkan kemaslahatan dunia akhirat dan menghindarkan kerusakan dari manusia, dan bahwa salah satu tujuan utama syariat adalah menjaga dan melindungi nyawa manusia dari bahaya.

3. Melihat bahwa wabah Covid-19 yang melanda umat manusia seluruh dunia saat ini bisa dikategorikan dalam kondisi darurat yang menghasilkan sejumlah rukhsah dan kemudahan dalam sejumlah kewajiban syariat untuk menghindari bahaya penyebaran dan penularannya.

4. Penerapan konsekuensi hukum dari kondisi darurat atas pelaksanaan shalat Idul Fitri, dan mengingat bahwa sebelumnya sudah diberlakukan penutupan sementara masjid dan pencegahan kerumunan dan pertemuan massa, dan juga mengingat ketidakmungkinan menjaga dan mematuhi langkah-langkah pencegahan di tempat-tempat terbuka yang biasa dipakai untuk shalat Idul Fitri sementara bahaya penularan virus ini masih tetap ada.

BACA JUGA  Kombes Pol. Artanto,S.I.K : Lomba Kampung Sehat, Segera Akan Di Launching

Maka berangkat dari tanggung jawab keagamaannya, Dewan Ulama Senior Al-Azhar memberitahukan kepada para pemangku kebijakan di seluruh dunia bahwa diperbolehkan untuk melakukan shalat Idul Fitri di rumah dengan cara biasanya shalat Idul Fitri dilaksanakan.

Hal ini karena ada faktor yang mencegah dan menghalangi pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid atau di tempat terbuka. Kemudian diperbolehkan pula seseorang menunaikan shalat Idul Fitri berjamaah bersama anggota keluarganya, sebagaimana siapapun boleh melaksanakannya sendirian.

Kebolehan ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari Ubaidullah bin Abu Bakar bin Anas bin Malik, pelayan Rasulullah SAW, “Apabila Anas ketinggalan berjamaah shalat Idul Fitri bersama imam, maka ia akan berkumpul bersama keluarganya lalu shalat mengimami mereka seperti layaknya imam dalam shalat Idul Fitri.”

Dengan ini kami menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama: Waktu shalat Idul Fitri adalah waktu shalat Dhuha. Dimulai sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 20 menit menjelang azan Dzuhur. Jika waktu Dzuhur tiba, tidak boleh shalat Idul Fitri karena waktunya sudah lewat.

Imam An-Nawawi berkata, “Jika seseorang ketinggalan shalat Idul Fitri dengan imam, maka dia bisa shalat Idul Fitri sendirian dan waktunya sepanjang matahari pada hari itu belum tergelincir (zawal). Orang yang belum shalat Idul Fitri hingga matahari sudah tergelincir ke barat, maka dia sudah kehilangan kesempatan shalat Idul Fitri.”

Kedua: Jika seorang muslim mendirikan shalat Idul Fitri sendirian atau berjamaah bersama keluarganya di rumah, maka caranya adalah dia shalat dua rakaat dengan menambah jumlah takbir. Yakni, tujuh takbir pada rakaat pertama sesudah takbiratul Ihram dan lima takbir pada rakaat kedua sesudah takbir berdiri hendak rakaat kedua.

BACA JUGA  40 Hadits As Shaulatiyah. Hadits Ke Delapan

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bertakbir dalam shalat Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak tujuh kali pada rakaat pertam