Catatan Akhir Tahun: Persahabatan Bagian Dari Sumber Kebaikan

Catatan Akhir Tahun: Persahabatan Bagian Dari Sumber Kebaikan

Oleh: Abdurrahman
> Wakil Ketua V PW Pemuda NW NTB

Dalam kitab-Nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Ayat ini merupakan jawaban dari terbentuknya manusia sebagai seorang laki-laki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa karena memang Allah SWT menghendaki kita untuk saling mengenal satu sama lain sehingga melahirkan rasa persaudaraan, kasih sayang dan cinta di antara ummat manusia.

Islam mengajarkan kepada kita ummat manusia untuk hidup sebagai Khalifah di bumi sebagai bentuk perwujudan Misi penghambaan kepada Allah SWT. Tugas-tugas manusia sebagai Khalifah di muka bumi telah tercermin dari keteladanan yang ditunjukkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Bagaimana Allah SWT menjadikan beliau menjadi Rahmat bagi alam semesta. Tidak ada satupun dari pola kehidupan dan interaksi beliau bersama ummat pada masa hidupnya kecuali menebarkan kebaikan, kasih sayang dan cinta kepada sesama ummat manusia tampa memandang suku, ras dan agama sekalipun.

Sebagai bagian dari ummat Nabi Muhammad SAW tentu memiliki kewajiban dan kesadaran untuk meneladani kehidupan beliau. Bagaimana menghadirkan kebaikan-kebaikan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu bentuk kebaikan tersebut adalah menjalin persahabatan dan persaudaraan di tengah pergesekan antar ummat yang disebabkan oleh dinamika politik yang tengah bergulir di tanah air.

Sebagai ummat yang mayoritas di tanah air indonesia, ummat islam sudah sepatutnya menjadi contoh kepada ummat yang lain untuk memastikan kehidupan berbangsa dan bernegara terlaksana dengan penuh kedamaian, cinta dan kasih sayang. Bukan justru mempertontonkan perselisihan dan perpecahan lantaran hanya sebab perbedaan ideologi dan kepentingan. Bukankah Al-Quran sudah jelas dan tegas menyatakan bahwa ummat islam adalah ummat yang bersaudara sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Hujurat ayat 10:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Ditengah problem sosial, politik, ekonomi yang terjadi saat ini, maka jalinan persahabatan dan persaudaraan merupakan solusi yang tepat untuk diwujudnya indonesia yang damai dan harmoni. Hal ini tentu bukanlah perkara yang mudah namun membutukan kesadaran dari semua pihak. Karena yang perlu di sadari bahwa, dalam setiap kelompok baik itu berbentuk ormas, suku, ras dan agama akan selalu muncul oknum-oknum perusak jalinan persahabatan dan persaudaraan antar ummat. Inilah yang perlu di sadari oleh semua pihak sehingga masing-masing dapat legowo untuk mengevaluasi diri.

Tahun 2020 telah berlalu dan tentu banyak catatan yang harus di perbaiki dan salah satu catatan yang perlu di tindak lanjuti pada tahun 2021 ke depan adalah jalinan persahabatan dan persaudaraan yang kuat antar ummat. Jika pada setiap kelompok, ormas, suku dan agama terjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan yang kuat maka akan muncul lingkungan yang damai dan harmoni di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Lingkungan yang baik penting untuk terwujudnya generasi yang sehat. Sehat akalnya, sehat mentalnya, sehat pula budi pelerti dan perangainya.

Orang bijak mengatakan: “Jangan tanyakan dari mana ia berasal tapi tanyakan bersama siapa ia bergaul”. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengetahui perangai dan karakater seseorang bukan di lihat dari mana ia lahir tapi bersama siapa dia bergaul sebab seseorang lebih banyak di pengaruhi lingkungan tempat ia besar. Oleh sebab itu masing-masing pihak harus membentuk lingkungan kehidupan yang baik di tengah masyarakat. Lingkungan yang jauh dari segala bentuk kekerasan, kebencian, pergaulan bebas, Narkoba dan lain sebagainya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang buruk, bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Imam Bukhari).

Hadis inipun memberikan petunjuk agar kita senantiasa pandai-pandai dalam memilih teman ataupun sahabat karena ia sangat berkontribusi untuk merubah pola pikir dan tindakan kita. Menjalin persahabatan dan persaudaraan memang merupakan perkara yang sangat penting namun jauh lebih penting bagaimana kita pandai-pandai dalam memilih seorang sahabat.

Selamat Tahun Baru Masehi bagi kalian yang merayakan. Semoga kita semua senantiasa dalam limpahan Rahmat dan Kasih Sayang Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wallahua’lam Bissawab
Monjok Mataram, 31 Desember 2020

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA