Cahaya Senja | Ramadhan ke 15 : Introspeksi Diri Setelah Berlalunya Sepuluh Hari Pertama Ramadhan

Cahaya Senja | Ramadhan ke 15 : Introspeksi Diri Setelah Berlalunya Sepuluh Hari Pertama Ramadhan

 

Asy-Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan حفظه الله bertutur ;

ﻓﻠﻨﺤﺎﺳﺐ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﺸﺮِ ﺍﻟﺘﻲ ﻣﻀﺖ ﻛﻴﻒ ﻗﻀﻴﻨﺎﻫﺎ.

“Hendaklah kita semua mengintrospeksi diri-diri kita pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan yang telah berlalu, bagaimana kita menghabiskannya.

ﻭﻫﻞ ﺣﻔﻈﻨﺎﻫﺎ ﺑﻄﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﺍﺳﺘﻔﺪﻧﺎ ﻣﻨﻬﺎ

Apakah kita memakainya untuk menaati Allah ‘Azza wa Jalla dan kita mengambil faedah darinya?

ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺣﺴﻦَ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺣﻔِﻈَﻬَﺎ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺘﺰﻭﺩِ ﻭﺍﻹﻛﻤﺎﻝِ ﻟﺒﻘﻴﺔ ﺍﻟﺸﻬﺮِ

Barang siapa telah berbuat baik pada sepuluh hari pertama dan menjaganya, maka hendaklah ia mempersiapkan bekal dan menyempurnakan amalan untuk sisa bulannya.

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻔﺮﻃًﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮِ ﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﻭﻣﺘﻜﺎﺳﻼً، ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﺍﻻﺳﺘﺪﺭﺍﻙِ ﻟﻤﺎ ﺑﻘﻲَ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮِ

Adapun siapa yang meremehkan sepuluh hari yang telah lalu dan bermalas-malas, maka hendaklah ia bertobat dan segera menyusul dengan memperbanyak amal pada waktu yang tersisa dari bulan ini.

ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻔﻮﺕَ ﻛﻠُّﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ.

Sebelum terluput semuanya dalam keadaan ia tidak mendapatkan apa-apa.”

{ Majaalis Syahri Ramadhan Al-Mubaarak hlm.46 }

“Apabila dirimu mulai merasa lesu di bulan Ramadhan, coba gerakkanlah semangatmu dengan kembali mengingatkan diri bahwa Ramadhan hanya beberapa hari tertentu saja, bahwa pahala ibadah puasa dan shalat tarawihnya sangatlah melimpah, dan bahwa beramal padanya akan berakhir dengan berlalunya ia. Jadi apabila tidak dimanfaatkan dengan baik tidak ada jalan untuk mengejarnya.Oleh karena itu bersabarlah dan perbaikilah sisa-sisa hari yang ada sebelum kepergiannya.”

{ Syaikh Shalih Al-‘Ushoimiy حفظه الله }

“Seakan tiada masalah.Dosa kemudian disusul dosa.Tahukah engkau bahwa Nabi Adam keluar dari surga hanya karena sebuah dosa?

{ Ustadzuna Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi حفظه الله }

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA