Bupati Minta Kemenag Lotim Untuk Menekan Angka Perkawinan Dini.

0
82
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Jajaran Kementerian Agama Provinsi NTB dan Lombok Timur diminta membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur yang saat ini berada pada posisi ke-9 dari 10 kabupaten Kota. Hal itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy pada acara Silaturahmi dan Pembinaan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di Lombok Timur yang berlangsung dihalaman Kantor Kementerian agama Kabupaten Lombok Timur. Rabu (29/07/2020).

Dalam kata sambutannya Bupati, menekankan posisi jajaran kementerian agama utamanya dalam pencegahan perkawinan usia dini yang angkanya masih tinggi di Lombok Timur. Ia meminta agar jajaran terdepan seperti Penghulu dapat mencegah perkawinan usia dini dengan melaporkan setiap kasus kepada aparat penegak hukum. Pernikahan usia dini menjadi salah satu kasus yang masih tinggi di Lombok Timur di samping kasus stunting, dan gizi buruk yang dapat berimbas pada kualitas sumber daya manusia.

Iklan

Selain mencegah perkawinan usia dini, Bupati Sukiman juga meminta jajaran Kementerian Agama Lombok Timur dapat mendukung upaya Pemda untuk menekan penularan dan penyebaran Covid-19 yang saat ini masih berlangsung. Seperti diketahui jumlah kasus covid-19 di daerah ini dalam beberapa waktu terakhir masih mengalami peningkatan.

Bupati Sukiman menghawatirkan akan munculnya klaster baru di tengah euphoria perayaan idul qurban. Karena itu Bupati meminta agar Kementerian agama dapat memberikan pemahaman melalui tokoh agama, utamanya untuk lebih memasifkan penggunaan masker.

 

Bupati melihat saat ini tokoh agama justru kerap kurang mengindahkan protokol kesehatan termasuk menggunakan masker saat berada di kerumunan, padahal mereka merupakan panutan masyarakat. Pada kesempatan tersebut Bupati juga menegaskan pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan segera membuka kembali sekolah untuk proses belajar tatap muka, yaitu setelah delapan Agustus. Pembukaan sekolah ini didasari berbagai
kekurangan dan hambatan dalam proses belajar dari rumah yang diterapkan saat ini. Pembukaan sekolah nantinya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

(Bul)