Bupati Lombok Barat : Fokus penanganan Covid-19 Tak Melupakan HUT Lombok Barat

Bupati Lombok Barat : Fokus penanganan Covid-19 Tak Melupakan HUT Lombok Barat

Sinar5News.com – Giri Menang – Ditengah Situasi pandemi corona ini Bupati Lombok Barat terus Berupaya menangani masyarakatnya yang terkena Virus covid-19 ini. Bukan hanya itu ia juga terus menghimbau masyarakatnya agar melakukan isolasi mandiri guna memutus mata rantai Virus Corona.

Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2021, akan diadakan suatu musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang ) tahun 2020 secara virtual/online di Aula Jayengrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri menang, Gerung.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang didampingi langsung oleh wakilnya Hj. Sumiatun dan Sekda Dr. H Baehaqi serta para Asistennya menjelaskan, Meski ditengah kesibukan pemerintah Lombok Barat dalam upaya menangani penyebaran covid-19 di wilayahnya, Pemerintah daerah juga harus tetap melaksanakan Musrenbang sesuai dengan perintah Kementrian dalam Negeri.

“Bahwa apa yang kita lakukan saat ini merupakan suatu ikhtiar kita bersama dalam mensukseskan pembangunan Kabupaten Lombok Barat terlebih untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Lombok Barat. Kita juga berikhtiar terus-menerus agar bisa keluar dari pandemi covid-19 ini” Jelas Bupati.

Ditengah ia fokus dalam menangani ini, Bupati Lombok Barat juga tidak lupa akan Hari Ulang Tahun kota tercintanya ini yang ke 62. Namun di HUT Lombok kali ini yang akan jatuh pada 17 April mendatang sedikit berbeda, karena seluruh kegiatan yang sudah disusun dengan rapih harus dibatalkan dikarenakan situasi Negeri kita saat ini.

“Namun bukan berarti kita harus lupa terhadap HUT Lombok Barat. Kita harus tetap ingat dan harus tetap memiliki motivasi lebih di tengah kita menghadapi semua permasalahan ini,” Ujarnya.

Tema HUT Lombok Barat tahun 2020 ke 62 ini adalah “Ijo Nol Dedoro”. Ijo artinya keinginan agar Lombok Barat dengan pepohonan. Hutan-hutan di Lombok Barat bisa menjadi penyangga, bisa menjadi sumber mata air, bisa memberikan sumbangsih yang besar terhadap kesehatan dan kebaikan lingkungan.

BACA JUGA  Bamsoet: Teroris Di Papua Lakukan Kejahatan Transnasional Terorganisasi

Bupati menambahkan istilah Nol Dedoro memiliki arti Lombok Barat ini bersih, Lombok Barat ini diusahakan betul-betul tidak ada sampah. Semua harus bergerak untuk menangani sampah ini. Sekalipun saat ini masih disibukkan dengan Covid 19, namun hal-hal yang dasar, hal-hal prinsip itu tidak boleh dilupakan.

Menurut Bupati, setiap perencanaan tidak boleh dilewati begitu saja meski rutinitas pencegahan Covid-19 ini tetap dilaksanakan. Proses pembangunan tidak boleh selesai, alur perencanaan pembangunan tidak boleh berhenti begitu saja. Dengan kemajuan informasi dan teknologi, Musrenbang ini bisa dilakukan dengan cara virtual.

Musrenbang juga sudah dilakukan secara bertahap pada desa dan kecamatan. Namun, Musrenbang Kabupaten Lombok Barat ini diharapkan memiliki berbagai macam masukkan terkait dengan arah pembangunan di Kabupaten Lombok Barat.

BACA JUGA  Ini Jawaban Bupati Lotim : Kenapa Masjid Di Tutup, Pasar Tetap Di Buka?

Bupati meyakini tidak akan bisa dilaksanakan dengan penuh dan bahkan tidak bisa 50% menyesuaikan dengan hasil Musrenbang Desa denan Musrenbang Kecamatan untuk proses perencanaan pembangunan di tahun 2021.

Bupati juga menyampaikan untuk APBD 2020 banyak yang direalokasikan dan direfocusing guna pencegahan Covid 19. Karena itu sangatlan mungkin rencana pembangunan yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat sudah tertuang dalam dokumen APBD dan tidak bisa terlaksana karena realokasi dan refocusing anggaran.

Menurut Bupati, usaha maksimal untuk mengakomodir hasil Musrenbang Desa, Kecamatan memiliki kemungkinan besar dilaksanakan. Namun, penanganan Covid-19 ini menjadi lebih utama bagi keselamatan warga masyarakat juga harus mendapat perhatian lebih, termasuk dampak social ekonomi yang ditimbulkan.

Dampak ekonomi dimaksud Bupati yakni matinya usaha pariwisata . Dampak Covid-19 ini juga bisa diartikan lebih dahsyat dari gempa 2018 yang lalu. Pariwisata saat itu sempat mati, namun prediksi sebenarnya di tahun 2020 ini pariwisata Lombok Barat bisa bangkit atau pulih kembali. Indikasi ini jelas, dimana PAD yang masuk di bulan Januari dan Februari itu melebihi persentase PAD perolehan yang sama dibandingkan dengan sebelum gempa.

BACA JUGA  TNI Mengamankan 9 Orang diduga Anggota TPNPB-OPM Pada Saat Sweeping di Pitewi Papua

“Sebenarnya di tahun 2019 sudah hampir selesai proses recovery pasca gempa termasuk pembangunan – pembangunan infrastruktur yang rusak akibat gempa bisa dikatakan di 2019 lalu mungkin sekitar 90% sudah selesai dan seharusnya bisa melompat di tahun 2020, lalu melompat dua langkah lagi di tahun 2021. Namun musibah Covid-19 ini mengakibatkan seluruhnya berubah total,” terang Bupati.

Sekretaris Bappeda Lombok Barat Sri Murni mengungkapkan, Musrenbang 2020 bagi penyusunan RKPD 2021 tersebut mengacu pada dok RPJMD dan Renstra OPD yang eksisting. Artinya RPJMD dan Renstra yang sudah tersedia tetap dipedomani untuk penyusunan RKPD 2021. Sehingga RKPD tahun 2021 lebih mengacu pada sasaran dan prioritas yg sudah dimuat dalam dokumen RPJMD yg merupakan penjabaran dari misi dan visi kepala daerah.

Selanjutnya rancangan RKPD 2021 disesuaikan isu strategis nasional seperti Covid-19.
Sementara tujuan Musrenbang 2020 bagi penyusunan RKPD 2021 secara virtual ini untuk tetap dapat menyepakati permasalahan pembangunan derah , menyepakati sasaran prioritas pembangunan daerah, menyepakati program kegiatan Pagu indikatif serta indikator kinerja juga penyelarasan program pembangunan daerah dengan sasaran prioritas pembangunan provinsi NTB dan memverifikasi kembali program kegiatan yang merupakan kewenangan daerah.

Pelaksanaan Musrenbang Virtual 2020 bagi penyusunan RKPD 2021 ini diikuti 100 orang peserta dari seluruh OPD, organisasi wanita, akademisi, tokoh masyarakat, LSM dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Narasumber terdiri dari Bupati Lombok Barat, Ketua DPRD Lombok Barat, Kepala BPKP RI Perwakilan NTB, Kepala Bappeda NTB dan Kepala Bappeda Lombok Barat. (SDK)

BACA JUGA  Bamsoet: Teroris Di Papua Lakukan Kejahatan Transnasional Terorganisasi

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA