
Assalamu alaikum pembaca semua…. alhamdulillah bisa bertemu kembali ..
Maafkeun jika sedikit gaul ya , karena ternyata pembaca juga dari berbagai usia, malah anak SD juga ada yang ikutan baca hihi…jadi tak apalah ikut jadi penulis gaul biar bisa dicintai semua umat … hehe…
Halo..halo….kembali ke laptop, pasti penasaran kan ama judulnya, apa sih yang dimaksud penulis buah tangan dari luar angkasa……tau ngga sih, padahal kan akrab banget ama kita tiap hari tapi ngga ngeh kalau asalnya jauh banget dari luar angkasa lo…. apa coba hehe..biar makin kepo …
Pembaca, buah tangan yang saya maksud adalah BESI.
Ya , BESI adalah unsur yang didatangkan khusus oleh yang Maha Pencipta dari luar angkasa. Pasti ingin tau kan bagaimana bisa senyawa besi bisa sebanyak itu sampai ke bumi?, bahkan sekarang mudah sekali bagi kita menemukan semua produknya dimana aja, kita juga tidak bisa lepas dari benda yang satu ini. Dan kalau diulik lebih banyak lagi nanti ternyata senyawa besi sudah merasuk dalam setiap sel dalam tubuh kita dan menjadikan senyawa yang maha penting dalam metabolisme tubuh kita…Subhanallah…. Maha Suci Allah dalam setiap penciptaannya…
BESI DALAM PERPEKTIF AL QURAN DAN KIMIA

Yey….balik lagi deh belajar Quran dan kimia hehe…memang dari sini nih awalnya. Pada zaman dahuluuu kalau kata atoknya ipin upin, saat dinosaurus masih bertahta, merajai alam semesta saat itu dan manusia belum diciptakan. Pada zaman itu binatang raksasa begitu beragam dan banyaknya, bayangin deh film Jurassic Park sebentar biar kebayang yah… disitu di bumi kita belum memliki kandungan besi. Saat itulah kemudian meteor gede gede mampir ke bumi, sudah kaya di film armageddon hehe… kebayang kan bagaimana meteor itu jalan-jalan ke bumi yang kita sayangi ini. Yang terjadi berikutnya adalah hujan meteor yang sangat dahsyat, bayangin…..hujan bukan hujan air, tapi serpihan meteor panas yang tidak terbakar habis di atmosfer. Kalau di padang arizona aja meteor 1 buah seberat 1 kg aja bisa membuat kawah dengan diameter 1 km dan ledakannya sangat dahsyat, ini yang datang 100 lebih meteorit berukuran diameter 1 km , dah kayak di bom dari luar angkasa….buanyak banget gaess…. haduh haduh… jadi sate semua kan para dinosaurus itu jadinya dan akhirnya punah semua tak bersisa…. segala tumbuhan dan makhluk hidup kala itu punah, bumi jadi panas , berkabut debu, atmosfer menipis….tapi bumi terus berproses dan terus berkembang lebih baik.
Rangkaian tabrakan meteorit tersebut terjadi sepanjang periode Ordovician, antara 490 – 440 juta tahun lalu. Memang kehidupan yang ada belum seperti kehidupan yang kita kenal sekarang, namun saat itu sudah ada makhluk hidup di darat dan organisme juga sudah mulai berevolusi untuk bisa hidup dalam ceruk di lautan. Tampaknya, ketidakteraturan pada sabuk asteroid 470 juta tahun lalulah yang mengirimkan ratusan batuan angkasa keluar dari orbit normalnya menuju Bumi.
Setelah beberapa juta tahun, lebih dari 100 meteorit besar yang telah terpisah-pisah kemudian menyerang Bumi, dan membalut Matahari dalam debu. Tumbuhan yang lapar akan Matahari akhirnya mati dan rantai kehidupan yang bergantung pada tumbuhan pun putus. Tapi secara mengejutkan, kehidupan justru berkembang pesat setelah periode tersebut. Tumbuh dan berevolusi kedalam bentuk yang baru dan lebih menarik.
Para peneliti dari Universitas Copenhagen dan Universitas Lund, bersama-sama mengumpulkan contoh kimia dari meteorit, fosil dan juga mempelajari beberapa kawah di Swedia. Kawah Lockne adalah salah satu kawah yang juga diteliti, terletak di utara Swedia dengan diameter 75 km. Penelitian yang dilakukan menunjukan adanya bukti kehidupan yang berkembang pada lapisan lebih baru dibanding lapisan yang mengandung sisa serangan meteorit. Dengan adanya ledakan kehidupan tersebut, bisa dikatakan evolusi biologis mendapat bantuan besar dalam waktu relatif singkat. (Sumber : Universe Today, Nature Geoscience)
Wess… udah ya ngomongin hujan meteor…Subhanallah…. ternyata dari kiriman meteor yang sangat banyak itulah yang Maha Pencipta mengirimkan buah tangan ke bumi berupa senyawa besi, asam amino, kripton dan banyak sekali unsur lain lain yang dibawa dari luar angkasa, ternyata Allah SWT mempersiapkan hadiah terindah untuk kita yang akhirnya mengjadi khalifah di bumi sesudah kehancurannya.
Segala sesuatu yang telah diciptakan Allah di langit dan bumi tidak ada yang sia-sia dan sangat bermanfaat. Salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah besi, siapa yang tidak mengetahui besi? Dalam tubuh manusia, zat besi memiliki fungsi yang sangat penting yaitu salah satunya untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Besi dalam ilmu kimia merupakan unsur dengan lambang Fe (Ferum)dan memiliki nomor atom 26. Eksistensi besi tidak hanya melanglang dalam kehidupan ilmu sains, ternyata keistimewaan besi telah dibuktikan dalam Al-Quran dan Hadits, lho. Lalu, sudah tahukah kamu apa keistimewaan unsur besi dalam Al-Quran dan Hadits serta manfaatnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini
وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ
“….Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu)…“ (Q.S. Al-Hadid (57): 25)
Allah khusus menamai surah tersebut dengan nama Al Hadid (yang artinya Besi) dalam surah tersebut jelas mengatakan bahwa besi diturunkan dari langit, dan bukan bumi yang memunculkannya, karena dalam penelitian ilmiah menunjukkan besi adalah logam berat yang pembentukannya tidak dapat terjadi dalam sistem tata surya kita, besi dibentuk oleh ledakan bintang-bintang yang besarnya melebihi matahari (supernova). Surat Al-Quran ini merupakan salah satu dari sekian ayat yang berbicara mengenai besi. Kata “besi” dalam Alquran disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda sedang kalau kita lihat dalam tebel periodik unsur, besi atau Fe mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57 dan Fe-58. Bukan suatu kebetulan semata bahwa Surah Al-Hadid yang artinya sendiri adalah Besi merupakan surah ke-57 dalam Al-Quran, dari huruf senyusunnya (Al Hadiid): alif, lam, ha, dal,ya, dal, jika dijumlahkan secara gramatikal 1+30+8+4+10+4 = 57 dan amazingnya, 57 adalah salah satu isotop besi yang paling stabil dibanding isotop yang lain. Sedangkan, jika dihitung dari surah akhir Al-Quran merupakan surah ke-58 yang juga merupakan salah satu isotop besi lainnya, yaitu 58 ..wow… lagi lagi hanya bisa bilang Subhanallah….. conectivitasnya sungguh luar biasa ya gaess..
Peneliti Alquran dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, bilangan 574 menunjukkan Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada. Sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 451, banyaknya kata adalah jumlah bilangan nomor simbol ke delapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451… amazing… klik banget ya.. berasa kaya habis mecahin kode menuju peta harta karun aja hehe…
Tidak hanya keistimewaan dalam Al-Quran saja, besi juga memiliki manfaat melimpah bagi kehidupan bahkan sejak zaman Rasulullah SAW. Besi dalam kehidupan dapat digunakan sebagai perabot rumah tangga, Besi juga digunakan sebagai perlengkapan perang seperti yang dijelaskan dalam HR. Muslim No. 1482.
Nah, manfaat besi dalam hadits lainnya ada dalam HR. Muslim Kitab Salam bab 73 yang menjelaskan mengenai manfaat besi sebagai alat untuk pengobatan “…telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir dia berkata; “Rasulullah SAW pernah mengirim seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab. Kemudian tabib tersebut membedah uratnya dan menyundutnya dengan besi panas..” Wah ternyata besi begitu istmewa dalam Al-Quran dan Hadits, bahkan semua peralatan kedokteran dewasa ini kita temui banyak menggunakan material dasar besi. MasyaAllah bukan? Ternyata Al-Quran dan hadits memang merupakan sumber pengetahuan yang perlu dijadikan sebagai pedoman umat Islam, agar selain menambah wawasan dalam segi ilmu pengetahuan, tetapi juga diselaraskan dengan ketakwaan diri kita kepada-Nya. Karena sebagai khalifah bumi, manusia dianjurkan untuk melakukan penelitian dan lebih membuka mata terhadap apa yang telah Allah ciptakan, “lakukanlah penelitian secara intensif mengenai apa yang ada di langit dan dibumi.” (QS. Yunus : 101)
Selain itu, Alquran juga menggambarkan proses pengolahan besi. Dalam surat Al-Kahfi (gua) ayat 96 Allah SWT berfirman, “Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”.
Tau ngga sih kalau dari kisah Raja Zulkarnain dalam membangun tembok yang terdiri dari paduan logam besi dan tembaga untuk mengurung Ya’juj dan ma’juj itu kita juga diajarkan ilmu metalurgi atau pelapisan logam. Karena ternyata besi sifatnya mudah korosif dan berkarat sehingga harus dilapisi dengan tembaga, supaya kuat dan kokoh dan tidak mudah keropos. Saat api ditiupkan ke besi itulah saat oksigen di sekitar besi dihilangkan supaya mencegah perkaratan karena api sifatnya menyerap oksigen di sekitarnya, dan pada saat besi bersenyawa dengan karbon yang dihasilkan dari pembakaran tadi akan merubah strukturnya menjadi besi baja yang strukturnya sangat kuat yang untuk kemudian baru dilapisi tembaga cair yang melindungi serta melapisi baja tadi, dan amazingnya lagi… Quran mencatat semua dengan detil di dalamnya dan setelah beberapa abad baru kita menyadarinya….subhanallah…
Teknologi pengolahan besi tampaknya juga telah dikuasai manusia sejak zaman Nabi Daud AS. Hal itu terungkap dalam surat Al- Anbiyaa’ (Nabi-nabi) ayat 80. Dalam surat itu Allah SWT berfirman, Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu. Maka, hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
Fakta lainnya yang menyebutkan pengolahan besi yang telah berkembang di zaman Nabi Daud AS juga dengan diungkapkan dalam surat Saba’ (Kaum Saba) ayat 10. “Dan sesungguhnya telah Kami berikan ke pada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan Kami telah melunakkan besi untuknya. “
Kata melunakkan kalau kita tarik dalam sifat besi secara kimia dan fisika, Besi adalah logam berkilau, kuat, mudah ditempa, dan berwarna perak abu-abu. kita tahu bahwa besi dapat ditempa atau dapat lunak dan melebur pada suhu 1536 0 C , Logam ini memiliki empat bentuk kristal yang berbeda. Jika terpapar udara, besi berpotensi mengalami karat. Besi berkarat terutama di udara lembab, tetapi tidak di udara kering. Logam ini mudah larut dalam asam encer. Besi merupakan unsur yang aktif secara kimia dan membentuk dua seri utama senyawa kimia, besi bivalen (II) atau fero, dan senyawa besi trivalen (III) atau feri. Satu kalimat jika dijabarkan menjadi ribuan makna…Subhanallah…
Dalam surat Saba’ ayat 11, Alquran juga memerintahkan dan menjelaskan cara membuat baju besi. “Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya, dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.”
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81). Subhanallah…… (sumber : Islam Digest Republika)
Oke ya… biar ga bosen, kita lanjut yuuuk pembahasan Besi dari segi biologi dan Kesehatan….
Bersambung ………..



