Penulis: M. Agus Yusran, MA (Pemuda Nahdhatul Wathan Jakarta).
“Allah dan Rasulullah memerintahkan kita untuk memakmurkan masjid, jangan dengarkan perkataan orang yang takut pada Corona, itu makhluk, fatwanya hanya mengikuti hawa nafsu”.
Sekilas, kalimat di atas terlihat benar dan lebih masuk kepada akal masyarakat awam, karena berbicara atas nama Agama adalah nutrisi paling bergizi untuk menampilkan diri menjadi seorang Mufti, apalagi menggunakan retorika mumpuni.
________________________________________
Bro, fatwa mengosongkan tempat ibadah “sementara” waktu bukanlah dari MUI semata, tapi Ulama seluruh dunia. Mereka para pakar hukum Agama bekerjasama dengan para pakar medis dalam rangka menolak bahaya yang lebih besar terhadap keberlangsungan kehidupan manusia, (fahami maqashid syari’ah) itupun kalau ngerti.
Tidak perlu menanyakan dalilnya mana secara berlebihan, karena mereka sebutkan/tuliskan pun anda tidak hafal, apalagi faham, bahkan bacanya pun PASTI tidak bisa.
Semangat ibadah bagus, tapi mari lakukan dengan ilmu. Teriak “mari takut kepada Allah” bagus, tapi tolong jangan pakai nafsu.
Hati-hati, bisa jadi itu semua bisikan setan. Kalau Ulama sudah tidak mau didengar, mau ikut siapa lagi? Ulama adalah pewaris Nabi, juru bicara Tuhan pasca ditutupnya pintu kenabian. Mau tunggu nabi baru, itu yang kemudian kamu ikuti?
Ayolah Bro, satukan suara, jangan sampai orang lain memberikan paradigma negatif kepada masjid atau umat islam umumnya.
Bagaimana jika orang berkata:
Gara-gara shalat jama’ah semakin banyak terserang virus. Gara-gara shalat jum’at penyebaran virus tidak bisa diputus?
Tahan diri sejenak, selesai pandemi ini, kita ramaikan masjid yuk, ditunggu yang paling keras berbicara masjid, duduk di shaff paling depan, atau bahkan jadi Khatib/Imam.
Terakhir, kita perlu ingat, setan lebih cerdas dan berpengalaman, CV mereka mentereng, pengalaman kerja mereka sudah jutaan tahun silam, mereka sudah kelabui miliaran manusia sejak Adam sampai hari ini. Jadi, memungkinkan hal yang terlihat baik menurut kita, adalah bagian dari tipu daya setan, untuk melawan fatwa-fatwa Ulama, untuk menjerumuskan kita kepada kebatilan. (Silahkan rujuk Tafsir QS. Al-A’raf ayat 17).
Wallahu a’lam.
#covid_19 #lawancorona




