Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH MEMAHAMI NASEHAT IMAM AL-GHAZALI

Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH MEMAHAMI NASEHAT IMAM AL-GHAZALI

Imam Al-Ghazali pernah berwasiyat kepada murid 2 nya tentang apa yang paling dekat, paling jauh, paling berat, paling besar, paling ringan, paling tajam, paling sulit, dan paling sering dilupakan. Jika seorang muslim menyadari apa yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali, Insya Allah ia akan menjadi muslim yang baik di dunia dan akhirat dan tidak selalu cemas. Penjelasan dari nasehat penuh makna tersebut adalah:

1, Yang Paling Dekat dengan kita ialah Mati
*Imam al-Ghazali pernah berwasiyat kepada murid2nya bahwa yang paling dekat dengan kita adalah *“Mati”, karena mati itu janji Allah yang pasti akan menimpa semua insan bernyawa dan kapan saja*.

*Allah swt berfirman , dalam QS, Ali Imran 185,*  
   
   *كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ,*

*“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”*

*Ditegaskan juga dalam QS, Al A’raaf:34,*

*وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ*

*:”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”*

2, Yang Paling Jauh adalah Masa Lalu. *Imam al-Ghazali menjelaskan yang paling jauh adalah masa lalu, karena bagaimanapun caranya,  kita tidak bisa kembali ke masa lalu, karena itu jangan membanggakan kebaikan di masa lalu.*
Teruslah meningkatkan kebaikan untuk hari ini dan esok hari. *Peribahasa arab mengatakan :*

*الوَقْتُ كَالسَّيْفِ إِذَا لَـمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ*  

*“Waktu bagaikan pedang jika kamu tidak memotongnya, maka dia yang akan memotongmu.”*

Jika kita tidak disiplin menjaga waktu, maka kita akan menjadi korban waktu. Katakanlah, jika kita abaikan waktu, maka kita bisa ketinggalan kereta atau pesawat.

3, Yang Paling Besar adalah Nafsu. *Acapkali Nafsu menjerumuskan manusia ke jurang nista hingga kehidupannya di dunia hancur, dan azab menunggu setelah kematian. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali, bahwa yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”.*
*Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al A’Raf 179, sbb:*

*وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ “*

*Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”*

Ayat lain yang menguatkan tentang nafsu tercantum dalam QS Yusuf:53, yang artinya : *”Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.”*

4, Yang Paling Tajam ialah Lidah. *Dengan Lidah manusia menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya. Kita sering mendengar pepatah bijak mengenai bahaya lidah, yaitu: *“Kalau pedang melukai tubuh ada harapan akan sembuh, tapi kalau lidah melukai hati kemana obat hendak di cari”*

*Sebagaimana pepatah arab mengatakan :*

*سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ*

*:”Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).*

5, Yang Paling Sulit adalah Ikhlas, *Mampu menerima kenyataan yang tidak kita sukai itulah keikhlasan.*

*Allâh swt dalam QS Al Bayyinah:5 berfirman :*

*وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ*

*“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allâh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”.*

6, Yang Paling Sering Dilupakan adalah Bersyukur. *Jika kita bersyukur, maka Allah swt akan menambah nikmat-Nya. Jika kita berbuat kufur, ingat bahwa siksa Allah swt itu pedih. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam QS Ibrahim:7, yang berbunyi:*

*وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ*

*Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.*

7, Yang Paling Berat adalah Menerima Amanah.
*Tum mbuh – tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mau menerima ketika Allah Swt. meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini, tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah Swt., sehingga menyebabkan manusia banyak masuk neraka karena tidak sanggup menanggung Amanah.*
Karena yang paling berat itu adalah “memegang teguh *amanah”,*
Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al Ahzab:72, yaitu :

*إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا*

*Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”*

*SMG cahaya illahi robbi senantiasa menerangi jalan hidup kita*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA