JAKARTA – Dalam rangka menyambut peringatan haul Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ke-29, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta menggelar kegiatan Khotmil Qur’an di Masjid Hamzanwadi pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-haul menjelang puncak peringatan haul yang akan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, Kyai Haji Muhammad Suhaidi, S.Q. Beliau memimpin rangkaian Khotmil Qur’an dari awal hingga selesai, dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Nahdlatain, tahlil, dan doa penutup oleh Dr. TGKH. Muslihan Habib
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual keluarga besar Nahdlatul Wathan untuk menyambut peringatan haul dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, berzikir, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Khotmil Qur’an ini tidak hanya diniatkan sebagai hadiah pahala bagi Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tetapi juga bagi kedua orang tua dan para guru. Niat tersebut mencerminkan penghormatan dan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa memberikan kasih sayang, ilmu, bimbingan, serta pendidikan dalam kehidupan.
Setelah Khotmil Qur’an, rangkaian kemudian dilanjutkan dengan tahlil, membaca shalawat Nahdlatain salah satu tradisi yang memiliki tempat istimewa dalam lingkungan Nahdlatul Wathan.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru, jamaah, alumni, dan santri Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan suasana sekaligus mempererat silaturahmi di antara keluarga besar Nahdlatul Wathan.
Bagi warga Nahdlatul Wathan, peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok ulama yang telah wafat, melainkan juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian Maulana Syaikh dalam membangun pendidikan Islam, membina umat, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Melalui kegiatan pra-haul ini, keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta diharapkan semakin memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, Rasulullah SAW, dan para ulama. Semangat perjuangan Maulana Syaikh juga diharapkan terus hidup dalam diri para santri, alumni, jamaah, dan generasi penerus Nahdlatul Wathan melalui pengamalan ajaran Islam serta penguatan prinsip yakin, ikhlas, dan istiqamah.
Puncak peringatan haul yang akan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa dan perjuangan Maulana Syaikh sekaligus memperbarui tekad dalam melanjutkan cita-cita luhur beliau.
Semoga seluruh rangkaian kegiatan pra-haul ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT. Semoga rahmat dan ampunan-Nya senantiasa tercurah kepada Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, kedua orang tua, para guru, serta seluruh kaum muslimin yang telah mendahului kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.



