Sedulur Papat Nasional Dukung Program MBG, Arsyad Prayogi: Ini Gerakan Ekonomi Rakyat
Sinar5News.com | Jakarta, Ahad (5 April 2026) —
Komitmen pelaku usaha dalam mendukung program pemerintah kembali ditegaskan oleh Arsyad Prayogi, S.Ag, owner Sedulur Papat Nasional. Dalam wawancara yang berlangsung di kediaman orang tuanya, Drs. H. Ahmad Yani, ia menyampaikan peran aktif perusahaannya dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Menurut Arsyad, Sedulur Papat Nasional saat ini terlibat langsung sebagai bagian dari rantai pasok (supply chain) dalam penyediaan berbagai kebutuhan bahan pangan, mulai dari sayuran, buah-buahan, sembako, hingga produk protein seperti daging, ikan, dan susu, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.
“Kami berkomitmen menyediakan bahan pangan yang aman, bersih, dan higienis untuk dapur-dapur program pemerintah serta masyarakat luas,” ungkapnya.
Jaringan Distribusi Kuat di Jabodetabek dan Jawa Barat
Untuk menunjang kelancaran distribusi, Sedulur Papat Nasional telah membangun jaringan gudang atau Distribution Center (DC) di sejumlah wilayah strategis, di antaranya Bandung, Garut, Cianjur, Tangerang, DKI Jakarta, dan Bekasi.
Dengan jaringan tersebut, distribusi bahan pangan dapat dilakukan secara cepat dan efisien. Arsyad pun menyebutkan bahwa hingga saat ini proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada hambatan dalam distribusi. Ini karena adanya sinergi yang baik antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya.
Dukung Program Presiden untuk Kesejahteraan Masyarakat
Arsyad menegaskan bahwa keterlibatan perusahaannya merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebutkan bahwa program tersebut direncanakan berjalan selama empat tahun masa pemerintahan dan berpotensi diperpanjang sesuai dengan dampak dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Serap Hasil Petani dan Dorong UMKM
Lebih jauh, Arsyad menilai bahwa program ini memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Bahan baku yang digunakan berasal dari petani, peternak, UMKM, dan koperasi, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
“Ini bukan sekadar program makan, tetapi gerakan ekonomi rakyat. Hasil pertanian dan peternakan terserap dengan baik, tenaga kerja meningkat, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tegasnya.
Terus Berbenah dan Tingkatkan Tata Kelola
Sebagai program yang masih tergolong baru, ia mengakui bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Namun, berbagai evaluasi terus dilakukan untuk memperbaiki tata kelola, baik di tingkat internal maupun pengelola dapur.
“Perbaikan terus kami lakukan agar sistem semakin baik dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi
Di akhir wawancara, Arsyad mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program, khususnya distribusi makanan di sekolah-sekolah.
Ia menekankan pentingnya pelaporan yang akurat dan bertanggung jawab apabila ditemukan adanya penyimpangan.
“Silakan laporkan secara jelas—lokasi, pihak terkait, dan kejadiannya. Jangan menyebarkan informasi tanpa data yang valid. Pengawasan bersama ini penting agar program berjalan sesuai tujuan,” pungkasnya.
Penulis : Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah (Jurnalis media SinarLIMA, Pengajar Tahsin Al Qur’an Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta, Guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta dan SMP Laboratorium Jakarta, penulis khutbah Jum’at dan penulis puluhan buku inspiratif, HP. 08788727032)



