Jejak Silaturahmi di Tanah Tegal: Menjemput Janji yang Tertunda di Bogares
TEGAL, Sinar5News.com – Silaturahmi bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan jembatan hati yang melampaui jarak dan waktu. Hal inilah yang mendasari perjalanan penuh makna Penulis bersama putra tercinta, Abdul Quddus Al Majidi, menuju daerah Tegal, Jawa Tengah, pada Selasa (24/03/2026).
Perjalanan Menyisir Jalur Pantura
Perjalanan bermula dari Desa Gintung Tengah, Ciwaringin, Cirebon, tempat Penulis bersama keluarga menginap beberapa hari dalam rangka silaturahmi Idul Fitri di kediaman Ibu Carini (adik ipar Penulis). Tepat pukul 10.30 WIB, Penulis dan putra berangkat menggunakan kendaraan bermotor, menempuh rute sepanjang 100 km yang menyajikan pemandangan hamparan sawah hijau yang memanjakan mata.

Sebelum tiba di tujuan utama, Penulis menyempatkan diri singgah di Desa Kalibuntu, Losari, Brebes. Di sana, Penulis disambut hangat oleh Mimik Masrifah (istri Bapak Castub), tetangga lama semasa di Bekasi. Jamuan makan siang dan obrolan hangat selama satu jam menjadi bekal energi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tegal.
Kehangatan di Bogares: Fresh Milk Istana Cafe
Tepat pukul 17.15 WIB, Penulis tiba di Jalan Raya Bogares Lor, Pangkah, Slawi. Kedatangan Penulis disambut penuh keramaian oleh Bapak Haji Urip Setiono dan istrinya, Ibu Hajah Umi Marhumah. Pertemuan ini terasa sangat emosional karena merupakan pemenuhan janji yang sempat tertunda selama beberapa tahun.
Di lokasi ini, Bapak Haji Urip dan keluarga mengembangkan unit usaha inspiratif bernama Fresh Milk Istana Cafe. Berawal dari ide menyediakan tempat menunggu yang nyaman bagi pelanggan cuci mobil dan motor, kini cafe tersebut menjadi destinasi favorit masyarakat untuk berkumpul, mulai dari arisan hingga pengajian.
Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari susu segar hingga ayam bakar yang menjadi primadona. Tak hanya soal rasa, kenyamanan pengunjung juga diutamakan dengan adanya fasilitas ibadah (mushola) yang bagus dan representatif tepat di depan cafe.
Reuni Guru dan Murid: Menjalin Sanad Kasih Sayang
Momen paling berkesan bagi Penulis adalah saat bertemu kembali dengan Ines Nur Afifah Islami, putri dari Bapak Haji Urip. Ines adalah murid didik Penulis sejak bangku TK hingga SD selama 8 tahun di Bintara, Kota Bekasi.

“Ines adalah anak yang rajin dan berakhlak baik. Bertemu kembali dengannya dan keluarganya adalah obat rindu yang luar biasa. Kami senantiasa saling mendukung dalam aktivitas yang bermanfaat,” ujar Penulis.
Kebahagiaan sore itu berlipat ganda dengan perayaan sederhana ulang tahun ke-1 Zelmira Prisha Hanara, putri dari Ines dan Bayu Reza Fauzi (cucu Bapak Haji Urip). Meski hari lahirnya jatuh pada 28 Maret, momen kumpul ini dimanfaatkan untuk mendoakan Ananda Zelmira agar tumbuh menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada orang tua.
Inspirasi dari Kedahsyatan Silaturahmi
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Rahmatullah, putra lainnya dari Bapak Haji Urip, yang turut berbagi cerita tentang pengalaman hidup. Sosok Bapak Haji Urip dan Ibu Hajah Umi Marhumah menjadi teladan bagi Penulis dalam hal ketaatan ibadah dan kedermawanan. Sifat gemar bersedekah inilah yang diyakini menjadi kunci keberkahan usaha mereka hingga saat ini. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Meski perjalanan pulang-pergi menempuh jarak yang jauh dengan motor, rasa lelah Penulis terbayar lunas oleh kebahagiaan hakiki. Ikatan persahabatan yang telah seperti keluarga ini membuktikan bahwa jarak geografis tidak akan pernah memutuskan tali persaudaraan yang dibangun di atas landasan iman dan kasih sayang. (Amr/Red)


