Sinar5news- Negri kembali heboh dan terus menerus menuai kritik rakyat atas ulah DPR yang masih belum mau berbenah. Kritik rakyat baik melalui media sosial bahkan turun ke jalan sudah dilakukan warga masyarakat yang sempat menelan korban baik dari warga masyarakat, mahasiswa, dan mitra karyawan ojol.
Anehnya, dari banyaknya kritikan dan perlawan rakyat terhadap lembaga DPR belum juga menyadarkan wakil rakyat Senayan untuk mau berbenah dan mendengar teriakan lantang warga seluruh Indonesia atas keberadaan DPR yang ternyata masih jauh dari harapan rakyat.
Pda saat negara sedang kesulitan keuangan. Rakyat yang hidup lemah bertambah lemah, DPR tidak kunjung mau serius mengesahkan UU perampasan aset yang sudah lama dirindukan rakyat, agar Indonesia bisa aman damai sentosa bebas dari maling koruptor. Rakyat sejahtera sebagaimana harapan dan cita cita Indonesia merdeka.
DPR kembali berulah dengan menaikkan sendiri uang reses yaitu uang jajan liburan mereka pulang kampung menemui konstituen. Dalam zaman transparansi saja masih sulit melihat apa hasil kerja dari pulang kampung yang dilakukan DPR. Itulah penyebab rakyat sudah tidak percaya dengan institusi DPR.
Uang reses DPR yang tahun dulu berjumlah 400 juta setiap orang. tahun ini bertambah menjadi 702 juta setiap individu pertahun. Rakyat kembali dikagetkan dengan keberadaan fungsi lembaga ini yang hanya habiskan uang rakyat tanpa memberikan dampak kepada bangsa negara yang sudah 80 tahun merdeka. Namun hakekat dan makna kemerdekaan belum dirasakan oleh rakyat secara kaffah di seluruh tanah air. Kemerdekaan hanya milik mereka para pejabat dan pegawe negri ( Tan Malaka )
Atas dasar inilah kembali rakyat bersuara di sosmed menanyakan kepada publik. Apakah masih berguna DPR dipertahankan atau sebaiknya dibubarkan saja. Pertanyaan ini mengemuka tahun ini sebagai evaluasi rakyat terhadap keberadaan fungsi wakilnya selama ini yang tidak pernah duduk bersama, ngobrol bareng selama mereka terpilih di senayan. Apalagi melihat gaya hidupnya yang sangat tidak merakyat lebih mendengar membela kepentingan majikan tuannya ketua partai daripada kepentingan bangsa dan negara. ( Arwandi pemerhati sosial )
Penghasilan DPR Indonesia jika dibandingkan dengan DPR negara – negara di dunia yang notabene mereka negara maju rakyatnya sejahtera berada di peringkat ke – 3 dunia. Sungguh aneh tapi nyata DPR Indonesia dapat penghasilan tinggi sementara upah pekerja masih rendah jika dibandingkan dengan upah negara di dunia. Ketimpangan ini yang sangat dirasakan tidak adil oleh rakyat yang menjadikan mereka turun jalan aksi bela keadilan dan perbaikan sistemik untuk merah putih yang lebih adil.
Harapan itu tercerahkan di zaman kepemimpinan Prabowo dengan selogan sapu bersih. Presiden yang hadir membela rakyat memerangi Mafioso maling koruptor yang telah merusak negri ini dari dalam yang selama ini sulit disentuh. Harapan itu terang benderang. Semestinya, DPR membantu Presiden melahirkan aturan yang berpihak dengan pemerintah dalam upaya sapu bersih untuk percepatan Indonesia hadirkan makna kemerdekaan sekalipun sudah terlambat itupun lebih baik daripada tidak sama sekali. ( Red)



