Salat Subuh adalah salah satu momen paling istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Ia adalah ibadah yang mengawali hari, menghubungkan hamba dengan Tuhannya di saat sebagian besar manusia masih terlelap dalam tidurnya. Waktu Subuh adalah waktu yang sunyi, hening, dan penuh keberkahan, sehingga siapa yang mengisinya dengan ibadah akan mendapatkan limpahan rahmat dari Allah ﷻ. Namun, di balik semua keutamaan itu, realitas yang terjadi di tengah masyarakat menunjukkan bahwa salat Subuh sering kali menjadi salat yang paling berat untuk ditegakkan secara tepat waktu.
Banyak orang yang menyadari kewajiban ini, tetapi justru terjebak dalam rasa malas, kantuk, dan berbagai alasan yang membuat mereka tertinggal dari salat berjamaah, atau bahkan meninggalkannya sama sekali.
Fenomena malas salat Subuh bukan hanya dialami oleh segelintir orang, tetapi telah menjadi masalah umum yang melanda berbagai kalangan. Baik itu anak muda, orang dewasa, bahkan sebagian orang yang sudah lanjut usia terkadang masih berjuang melawan rasa malas ini. Ada yang merasa berat bangun pagi karena tidur larut malam, ada yang disibukkan oleh pekerjaan hingga jam istirahatnya berantakan, dan ada pula yang secara spiritual lemah sehingga dorongan untuk beribadah kalah oleh rasa kantuk.
Lebih dari itu, perkembangan teknologi dan gaya hidup modern justru memperparah keadaan, karena banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar ponsel atau komputer hingga dini hari, tanpa sadar mengorbankan kewajiban salat Subuh.
Padahal, salat Subuh memiliki kedudukan yang sangat agung disisi Allah. Selengkapnya baca disini 👇
Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 250
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI



