Prof Agustitin: KONTEMPELASI

Prof Agustitin: KONTEMPELASI

*Dua hal yang banyak orang tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari sahabat Ibnu ‘Abbas ra. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’, no. 6778.)*

*Padahal kehidupan di dunia ini sangat singkat dan kita bukanlah makhluk yang kekal, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yangSMG telah Allah berikan.*

*Berikut kami rangkum 7 Pentingnya Menjaga Waktu sesuai dengan perkataan ulama yang Insha Allah dapat menjadi renungan bagi kita agar dapat menjadi manusia yang lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.*

*Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah*
*Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata*, *“Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’  Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”* Dari hal ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh sia-siakan waktu dan selalu mengingat Allah.*

*Waktu Berlalu Sangat Cepat
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, *“Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).*

*Setiap jiwa, siapa pun ia pasti akan merasakan kematian. Maka hendaknya setiap makhluk tidak terlena dengan dunia ini. Dan kelak di hari Kiamat mereka akan diberi balasan atas amal perbuatan mereka masing-masing secara penuh, tanpa ada pengurangan. Barangsiapa yang Allah jauhkan dari api Neraka dan Dia masukkan ke dalam Surga, sungguh dia benar-benar telah mendapatkan kebaikan yang ia harapkan dan selamat dari keburukan yang ia takutkan. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan sementara yang hanya diminati oleh orang-orang yang tertipu.*

*Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil *كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ* *(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati)*
*Ayat ini mengandung kabar gembira sekaligus ancaman bagi orang yang membenarkan dan yang mendustakan. Karena Allah menjadikan kematian adalah akhir dari setiap makhluk hidup baik itu manusia, malaikat, jin, atau hewan; tidak ada seorang pun yang dapat lolos untuk tidak merasakan kematian.*

*وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۖ (Dan*) sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan (pahalamu)*
*Yakni penyempurnaan balasan hanya pada hari itu, adapun balasan yang diberikan di dunia atau di alam barzakh maka itu hanyalah sebagian balasannya saja.*

*فَمَن زُحْزِحَ (Barangsiapa (dijauhkan)*
*Yakni digeserkan dan dijauhkan.*
فَقَدْ فَازَ ۗ (maka sungguh ia (beruntung)
*Yakni berhasil mendapatkan apa yang ia mau dan selamat dari apa yang ia takuti, karena segala keberhasilan atas tercapainya segala keinginan jika tanpa mendapatkan surga maka itu tidaklah berarti apa-apa. Dan segala keselamatan dari mara bahaya bukanlah keselamatan hakiki apa bila orang tersebut tidak selamat dari api neraka.*

*Makna (المتاع) yakni apa yang dinikmati manusia dan diambil manfaatnya yang kemudian hilang dan habis tak tersisa.*
الْغُرُورِ (memperdayak)
*Yakni yang memperdayakan dengan angan-angan.*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA