Kiai Said Aqil Sirodj Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Astana Anyar

Kiai Said Aqil Sirodj Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Astana Anyar

Sinar5news.com – Jakarta – Insiden bom bunuh diri kembali terjadi di Negara Indonesia yang bertempat di Mapolsek Astana Anyar, Bandung Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) pagi.

Kejadian tersebut tentunya menjadi perhatian karena merupakan tindak kejahatan yang tinggi. Imbasnya, ada 11 korban, 10 di antaranya adalah polisi dan seorang warga. Dalam hal tersebut 9 anggota mengalami luka-luka dan 1 meninggal dunia sementara seorang warga pun turut terluka.

Dalam hal ini, Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. mengecam dan mengutuk keras atas insiden bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Bandung yang mengakibatkan dua korban tewas dan beberapa polisi luka-luka.

Kiai Said Aqil Siroj mengatakan bahwa tindakan ini tidak dibenarkan dalam agama dengan mengutip potongan dari surat Al-Ahzab ayat 60 bahwasanya Nabi Muhammad pernah mengusir orang yang membuat gaduh di Madinah.

“Ketahuilah bahwa tindakan ini tidak dibenarkan dalam Islam, tidak dibenarkan dalam Al-Qur’an, bahkan dalam Al-Qur’an dikatakan : Muhammad, apabila ada yang bikin gaduh di kota Madinah usir Muhammad. Jangan biarkan mereka hidup bersama kamu di Madinah,” kata Pengasuh Podok Pesantren Al-Tsaqafah melalui pesan Videonya, Rabu (7/12/2022).

Buya juga menjelaskan, mengenai latar belakang serta histori singkat dari kelompok dalang pengeboman di Mapolsek Astana Anyar tersebut.

“Pelaku bom yang bernama Agus Sujatno merupakan teroris Jaringan Anshar Daulah (JAD), kelompok yang mengkafirkan seluruh umat Islam selain kelompok mereka. Teroris yang paling jahat juga kejam, dulu didirikan oleh seseorang yang bernama Syukri Ahmad Mustofa di Mesir dengan Nama Jama’ah Takfir Wal Hijrah mereka yang membunuh Menteri Agama Mesir Hussein Adz-Dzahabi dan wartawan senior Yusuf Siba’i, serta puncaknya membunuh Presiden Muhammad Anwar Sadat,” paparnya.

Mungkin pemerintah telah mengerahkan aparat Negara untuk memberantas mereka, namun menurut saya mereka itu tidak bisa hilang dan masih ada kelompok mereka di Gunung Sinai yang pada 3 tahun lalu sempat menggegerkan Dunia melalui pengeboman jamaah sholat Jum’at di Mesir

 

“Merekalah cikal bakal ISIS, yang masuk ke Indonesia melalui Afghanistan menjadi nama Anshar Daulah. Mereka yang mengkafirkan semua umat Islam di Indonesia karena menerima Pancasila, menerima Negara selain Khilafah, menganggap halal darah kita semua ini. Merekalah yang mengebom Mapolres Cirebon, menusuk polisi setelah Sholat di Blok M dan menusuk Pak Wiranto pada waktu lalu, mereka adalah Jaringan Anshar Daulah,” tambahnya

Buya juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat dalam hal ini peran aparat pemerintah sangat dibutuhkan dan diminta tetap waspada akan kelompok jaringan radikal dan teroris yang ada di Indonesia agar tidak meluas.

“Kita harus waspada karena teroris seluruhnya masih gentayangan di tengah-tengah kita. Saya mohon kepada Pemerintah dalam hal ini Densus 88 dan aparat yang beewenang agar meningkatkan kewaspadaan demi menjaga ketenangan, kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara,” tutupnya

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA