Catatan Kecil Alumnus Genostieca Untuk Almamater Tercinta.

Catatan Kecil Alumnus Genostieca Untuk Almamater Tercinta.

Sinar5news.com- Jakarta-  Pondok Pesantren sebagai wadah laboratorium melahirkan generasi ummat berakhlakul Karimah, unggul, inovatif, kreatif memiliki jiwa entrepreneur adalah harapan dan tujuan kurikulum merdeka. Agar para santri didekatkan dengan dunianya, menemukan bakat minatnya menjadi penting dielaborasi oleh lembaga sehingga pendekatan dan bimbingan yang disampaikan kepada santrinya tepat sasaran upaya melahirkan generasi yang kreatif berdaya saing dan mandiri.
 
Memperingati 70 tahun kesukuran Pondok Guru  Pondok Pesantren dituntut Sebagai leader pembimbing yang  profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Profesi pendidik merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip wajib memiliki Bakat, Panggilan Jiwa, dan idealisme.
 
Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas, memiliki kompetensi, bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan, wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, selalu meningkatkan keilmuan sepanjang hayat dan selalu taat azaz.
 
Guru sebagai pencetak generasi masa depan bangsa yang unggul, kreatif, inovatif, berdaya saing global insan Ulul Albab dan untuk melanjutkan mengisi kemerdekaan sehingga dapat mengolah pikir dan zikir dalam memakmurkan bumi sehingga tercipta kehidupan yang seimbang adil makmur damai sentosa. Tentu memerlukan keteladanan dan pengetahuan terapan. Sehingga guru dituntut paham tekhnologi, melakukan inovasi pembaruan yang bukan hanya teks book konseptual tapi lebih dari itu membangun daya nalar dan lompatan kreatifitas karena zaman sudah memasuki meta varse.
 
Memperingati 70 tahun kesukuran Pondok Pesantren yang sudah masuk generasi ketiga. Tantangan global semakin kompleks. Pondok Pesantren diperlukan inovasi sistemik terhadap kehendak zaman sehingga keberadaannya sebagai Pondok Moderen produk santri munzzirul kaum mampu eksis dengan metode pemahaman tekhnolgi dan menguatkan keterampilan sebagai bekal hidup dalam kompetisi global. Menguasai ilmu dunia semisal bahasa menjadi keharusan. 
 
Peringatan kesukuran sebagai momentum interaksi yang kaffah perlu dibangun sesama alumnus bukan hanya mengahdirkan pisik semata tapi yang terpenting bagaimana mendengar saran ide, gagasan, membangun keritik yang konstruktif untuk kemajuan pondok. Sehingga akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi gagasan agar pondok dan santri jauh lebih baik dan terus berdaya saing tinggi dalam semua level dan tingkatan di segala bidang. Perlu juga mendengar para alumnus yang mengambil pengabdi untuk di dengar keluh kesahnya. 
 
Terhdap model pembelajaran agar menggabungkan semua potensi anak, baik yang lebih condong kepada visual, kenistetik dst sehingga semua potensi dan bakat anak dapat tumbuh kembang sebagai modal dasar untuk mengarungi kehidupan. Penerapan tekhnologi pendidikan semisal animasi seperti yang dilakukan Ruang Guru penting untuk mempermudah pemahaman peserta didik. Semisal menonton film dalam pelajaran sejarah ataupun sosial lainya.
 
Sebagai lembaga pendidikan yang sudah banyak memiliki cabang di tanah Nusantara agar perlu melakukan pembinaan dan saling menopang terutama bagi yang baru merintis agar mampu berdiri tegak. Sebagai penerus tugas kenabian melanjutkan syiar Al-Amien ke penjuru alam.  Bukan dibiarkan berjalan tertatih sendiri. Dengan perinsip dari kita oleh kita untuk kita unity is power. 
 
Penguatan Akhlak sebagai pokok ajaran pondok bukan hanya dipahami tentang sikap tindakan pisik tapi lebih dimaknai secara  universal semisal akhlak bertutur kata yang sopan santun tidak menyinggung orang lain, jujur, disipilin, tanggung jawab, kerja keras, optimis, berani menyuarakan kebenaran melawan kezoliman. Nilai akhlaq ini haruslah menjadi kerakter sehingga Indonesia selaku masyarakat muslim terbesar dunia akan menjadi inspirasi dunia dalam semua hal. Tidak hanya mampu menghapal kitab suci / hadits tapi wujud dalam perilaku sehari hari. Sehingga Negri yang bersih Baldatun Thoyyibatun warabbun Gafur, bersih dari korupsi clean government terealisasi bukan hanya selogan kosong.
 
(Samianto Mutohhar praktisi pendidikan presiden forum kebangsaan  alumnus Alamien Genostieca)
 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA