Memahami Hakikat Pencegahan dalam Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme

Memahami Hakikat Pencegahan dalam Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme

Sinar5news.com – Perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban atau lebih akrabnya dikenal sebagai paham Terorisme menjadi suatu yang harus dicegah dan ditanggulangi.

Kesadaran mengenai bahaya terorisme sebagai kejahatan kemanusian yang berdimensi trans-nasional tidak hanya berada pada aspek aksi, tetapi ideologi beserta faktor pendorong lainnya justru teramat lebih berbahaya. Mengamputasi aktor, jaringan dan logistik kelompok radikal, bukan satu-satunya cara efektif dalam menanggulangi kejahatan yang luar biasa ini.

Paham terorisme dan radikalisme berakar dari ideologi kekerasan yang dilengkapi dengan faktor pemicu dan pendorong seperti lingkungan dan kondisi rentan yang menjerat seseorang dalam jaringan terorisme.

Pada tahun 2010 atas dorongan masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), negara membentuk satu lembaga koordinator yang bertugas mengoordinasikan penanggulangan terorisme dari aspek hulu hingga hilir persoalan.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diamanatkan menjadi lembaga yang melaksanakan penanggulangan terorisme secara holistik dan komprehensif yang bertumpu pada aspek pencegahan. 

Namun disamping adanya BNPT, peran serta masyarakat juga menjadi sebuah unsur penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme. Berikut beberapa hal hal bisa kita lakukan untuk memerangi terorisme.

 1.Menggunakan media sosial dengan bijak
Media sosial kini menjadi hal yang umum dimiliki oleh masyarakat dari berbagai golongan, terutama saat masa pandemi seperti saat ini pelajar memperoleh pendidikan melalui virtual. Sehingga anak- anak dengan mudah mengakses informasi di internet.
Oleh sebab itu penting bagi orang tua untuk menanamkan pentingnya bersosial media dengan bijak, tanamkan hal ini secara berulang hingga menjadi keviasaan yang dijalani sikecil.

2. Memperluas pergaulan dengan orang berbeda latar belakang.

Tak kenal maka kenalan, sudah kenal maka ta’arufan. Mengenal lebih luas mengenai keberagaman juga membantu kita untuk memiliki pola pikir yang lebih terbuka.

3. Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan

Senang mengikuti kegiatan di masyarakat juga membantu kita dalam antisipasi paham terorisme dan radikalisme.

4. Belajar ilmu agama sejak dini.

Kebanyakan para teroris salah menafsirkan ayat-ayat tuhannya, sehingga penerapannya dalam kehidupan sehari hari pun cenderung merugikan. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk mempelajari ilmu agama sejak dini.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA