Keberadaan kubur Gali Gopon yang ada di Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, NTB sangat dibutuhkan bagi warga setempat. Kubur Gali Gopon adalah salah satu dari tiga kubur yang ada di wilayah Desa Sikur yaitu Kali Wulan, Gelepuk dan Gali Gopn. Bila melihat sejarah berdirinya, Gali Gopon ini terbilang kubur yang usianya sudah sangat lama semenjak zaman penjajah Belanda, tetapi belum diketahui secara pasti tanggal, bulan dan tahun berapa diadakan. Perlu ada suatu penelitian lebih lanjut dengan mengadakan penelusuran kepada sesepuh Desa Sikur yang masih hidup.
Bila melihat luas kubur Gali Gopon ini hampir mencapai satu hektar, tetapi untuk saat ini kuburan tersebut sudah sangat padat, sehingga hampir tidak ada lagi celah untuk menguburkan janazah yang baru. Bahkan dalam satu liang kubur bisa berisi dua atau tiga janazah. Melihat kenyataan ini Kepala Desa Sikur Bapak H. M. Sayuthi Abdul Hamid dengan sigap mengambil langkah yang sangat tepat untuk segera mengadakan perluasan kuburan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Sikur yang sebenarnya sudah lama berharap agar kubur Gali Gopon dapat diperluas areanya, sehingga menampung calon janazah baru yang akan dikuburkan di tempat tersebut.
Program mulia dari Kepala Desa Sikur ini, disambut gembira oleh seluruh tokoh dan masyarakat setempat, bahkan ada beberapa warga diantaranya H. Sahran, Amaq Munaini, Abd. Rahman, Arifin, dan Zakaria yang rela mewaqafkan sebagian tanahnya untuk dijadikan sebagai kuburan. Ini sungguh sesuatu yang sangat mulia bagi para pewaqaf untuk mendapatkan tabungan pahala jariyah yang akan di dapatkan di akhirat nanti.

Berdasarkan wawancara team media SinarLIMA (Sinar5News.com) dengan salah seorang tokoh praktisi pendidikan sekaligus pemerhati lingkungan sosial masyarakat, Bapak Syamsiah, S.Pd, menyampaikan bahwa perluasan kubur Gali Gopon ini dimulai tanggal 21 Desember 2020 dan rencana berakhir tanggal 31 Januari 2021. Untuk pengerjaan perluasan, pengaturan dan penataan melibatkan beberapa tukang yang sudah mengikhlaskan tenaga dan kemampuannya dibantu oleh puluhan warga yang ada kesempatan waktunya.
Lebih lanjut Bapak Syamsiah menyampaikan bahwa dalam perluasan kuburan ini membutuhkan sekitar 30 dam (mobil truk) tanah urukan yang dibutuhkan untuk menimbun tanah sehingga tingginya sama dengan kuburan sebelumnya. Karena banyaknya kebutuhan tanah urukan tersebut, maka para warga dipersilahkan untuk menyumbang berapapun kemampuan yang dimiliki. Untuk diketahui bahwa satu dam tanah urukan harganya Rp. 300.000. Bagi para warga dan masyarakat Desa Sikur khususnya atau siapapun dari luar Desa Sikur yang ingin membantu dapat mengirimkan bantuannya ke nomor rekening Bank NTB 016-22.06022.02-6 atas nama Sayuti.

Selama pengerjaan perluasan kubur ini Kepala Desa Sikur Bapak H. M. Sayuthi Abdul Hamid selalu hadir untuk mengontrol, memantau dan mengarahkan para warga yang ikut membantu sehingga berjalan dengan lancar. Para warga pun sangat semangat dan penuh antusias mengerjakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengerjaan perluasan tanah kuburan tersebut. Diantara pengerjaan yang cukup berat adalah menebang pohon bambu dan pohon lainnya yang sangat rimbun, maklum sebagian besar tanahnya adalah tanah kebun yang cukup lebat.
Perluasan tanah kuburan Gali Gopon ini megalami penambahan sekitar 5 are (500 meter). Untuk memudahkan akses masuk ke area kubur terutama bagi orang tua yang sudah lingsir (sepuh), dibuatlah dua pintu utama dengan 8 tangga naik yang didesain secara rapi oleh tukang setempat. Kemudian ditata beberapa jalan masuk menuju kubur, dibuat menjadi cukup lebar, rata dan bagus, sehingga para pengantar/peziarah baik yang berjalan kaki atau yang menggunakan kendaraan roda dua/empat merasa nyaman dan enak melewatinya.

Bagaimanapun kuburan itu akhirnya menjadi kuburan kita semua, tinggal menunggu waktu saat ajal datang menjemput. Maka sebelum ajal itu tiba, kita yang masih hidup hendaknya bersiap-siap dengan bekal terbaik yaitu bekal iman dan taqwa, lalu iman dan taqwa itu kita wujudkan dalam bentuk amal shalih yang besar pahalanya untuk kita petik manfaatnya di alam barzakh nanti. Semoga di akhir kematian kita nanti digolongkan kedalam husnul khatimah (kematian yang baik, indah dan menyenangkan). Aamiin (Amr)
Bekasi, 16 Jumadil Akhir 1442 H/30 Januari 2021 M



